'Andai MU Cetak Gol Lebih Dulu'

'Andai MU Cetak Gol Lebih Dulu'

Roma - Manchester United harus mengubur ambisinya mempertahankan titel jawara Liga Champions karena ditekuk Barcelona. Seandainya saja 'Setan Merah' bisa mencetak gol lebih dulu.

Satu gol dari Samuel Eto'o dan satu gol tambahan dari Lionel Messi membungkam MU di final yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB.

Sebuah hasil yang cukup menyesakkan bagi Michael Carrick. Menurutnya, kekalahan itu bisa berubah seandainya MU bisa unggul saat mereka mengambil inisiatif serangan di 10 menit pertama laga.

"Kami memulai dengan sangat baik dan membuat beberapa peluang. Jika saja kami mencetak satu gol saja, mungkin pertandingan akan berjalan dengan berbeda," komentar Carrick kepada MUTV.

Memang, setelah menghasilkan sejumlah peluang di 10 menit pertama, angin berbalik jadi tak menguntungkan MU. Serangan perdana Barca sukses dikonversi jadi gol oleh Eto'o.

"Setelah itu, situasi tidak berjalan baik bagi kami. Kami masih punya kesempatan untuk mencetak gol, namun kami tidak bisa mengambil kans itu," sesal eks gelandang Tottenham Hotspur itu.

Carrick lebih lanjut mengakui bahwa Barcelona tampil lebih baik ketimbang timnya. Pasukan asuhan Josep Guardiola itu memang layak menjadi penguasa baru sepakbola Eropa.

"Kredit bagi Barcelona. Mereka adalah sebuah tim yang punya pemain-pemain bagus dan mereka pantas menang malam ini. Kami tidak bisa mendebatnya," tukas gelandang berusia 27 tahun tersebut.

"Kami sudah tidak terkalahkan di kompetisi ini selama dua tahun dan sedihnya rekor itu berakhir di malam yang salah. Saya pikir kami harus bangga dengan pencapaian kami, tetapi ini tetap sulit ditelan," tutup Carrick.

Kekecewaan Terbesar Ronaldo

Kekecewaan Terbesar Ronaldo

Roma - Berstatus pemain terbaik dunia dan diharapkan jadi motor kemenangan timnya, Cristiano Ronaldo tak bisa berbuat banyak saat Manchester United ditundukkan Barcelona. Inilah kekecewaan terbesar CR7.

Di Stadion Olimpico Roma, Ronaldo sebenarnya tampil sangat menjanjikan di setidaknya enam menit awal pertandingan. Beberapa kali tendangannya ke arah gawang membuat lini belakang Barca yang ditinggal Daniel Alves dan Erick Abidal dibuat ketar-ketir.

Namun situasi tersebut berubah dengan cepat setelah Samuel Eto'o membuka keunggulan The Catalans di menit 10. Selanjutnya yang terlihat adalah kegesitan Lionel Messi memporak-porandakan barisan belakang The Red Devils, sementara Ronaldo malah dibuat frustasi oleh Carles Puyol, yang dalam laga semalam tampil sangat baik.

"Ini adalah salah satu kekecewaan terbesar sepanjang karir saya. Kami selalu merasa percaya diri sebelum pertandingan, namun kali ini kami tak bisa meraihnya," ungkap Ronaldo seperti diberitakan Soccernet.

Puncak buruknya penampilan Ronaldo bisa dibilang terjadi saat dia melanggar Puyol dalam sebuah perebutan bola di dekat sudut lapangan Barcelona, hal mana berbuntut keluarnya kartu kuning buat dia. Meski begitu, pemain terbaik dunia versi France Football dan FIFA itu menyebut El Barca layak menang karena MU bermain buruk.

"Selalu terasa buruk saat Anda kalah di final. Tapi kami tidak bermain dengan baik. Kami melakukan kerja yang bagus di 10 menit pertama, tapi Anda juga harus mengakui kalau Barcelona layak menang," pungkas Ronaldo.

CR7 Soal Puyol, Messi dan Madrid

CR7 Soal Puyol, Messi dan Madrid

Roma - Jika banyak orang ingin menyaksikan duel Cristiano Ronaldo versus Lionel Messi di Roma, siapa pemenangnya sudah diketahui. Apa pula reaksi terakhir CR7 saat disebutkan nama Real Madrid.

Ronaldo dinilai kalah dua kali dalam wacana pertarungan individual melawan Messi di final Liga Champions, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB, di Stadio Olimpico. Pertama, Manchester United kalah 0-2 dari Barcelona; kedua, Messi mencetak gol dan terpilih sebagai pemain terbaik.

"Ini pertandingan antara Manchester dan Barcelona. Ini bukan duel pemain-pemain tertentu," kilah Ronaldo saat dibanding-bandingkan dengan Messi dalam laga tersebut.

Hal lain, jika Messi memukau lewat aksi-aksi menawan, termasuk saat menyundul bola di menit 70 untuk menjebol gawang Edwin van der Sar, Ronaldo kerap terlihat emosional terutama setelah timnya tertinggal.

Beberapa kali bintang Portugal itu berbuat kasar kepada Carles Puyol, yang secara umum berhasil meredam permainan dia di sektor kanan pertahanan El Barca. Satu kartu kuning dihadiahi wasit dari benturan-benturannya dengan Puyol.

Tak hanya itu, ia juga sering diteriaki "huu..." dan diberi siulan oleh fans Azulgrana, termasuk ketika sedang menerima medali seusai pertandingan.

"Aku tak punya masalah apapun dengan siapapun, dan takkan pernah begitu. Ini cuma sebuah situasi di dalam pertandingan," tukar Ronaldo tentang insidennya dengan Puyol, seperti dikutip dari Reuters.

Yang mungkin paling menarik adalah jawaban yang terlontar dari mulutnya saat ditanyakan soal Madrid, yang masih saja diisukan bakal menjadi klub berikutnya bagi pemain berusia 24 tahun itu.

Waktu ditanya apakah tetap ada di Old Trafford musim ini, pemain terbaik dunia 2008 itu menjawabnya dengan kalimat pendek: "I don't know".

Bakal ada banjir spekulasi lagi?

Tanpa Duel, Messi Mendominasi Ronaldo

Tanpa Duel, Messi Mendominasi Ronaldo

Tak ada duel Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi karena yang tampak adalah dominasi si pemuda Argentina atas sang winger dari Portugal. Bahkan jika Barcelona tak jadi juara, Messi membuktikan dirinyalah yang terbaik.

Pemilihan pemain terbaik dunia, baik versi FIFA maupun France Football, memang baru akan dilangsungkan di akhir tahun nanti. Namun menyusul laga MU kontra Barcelona dinihari nanti, siapa yang akhirnya dikukuhkan sebagai yang terbaik mungkin sudah bisa ditebak.

Tak ada aksi individual mencolok dilakukan Messi dalam laga di Olimpico dinihari tadi, namun itu juga terjadi lantaran Barcelona masih mengedapankan kerjasama tim yang sangat kompak dan permainan sepakbola yang jauh dari egois. Tapi Messi tetap saja menunjukkan kalau dirinya lebih unggul, bahkan mendominasi, dengan kontribusi besar dan tentu gol yang dia sumbangkan.

Beberapa kali dia membuat pertahanan MU kelabakan meladeni kecepatan dan kegesitannya menyelinap di antara bek-bek bertubuh besar. Kalau dia kemudian mencetak gol dengan tandukan kepalanya, itu bisa dibilang bonus besar atas kerja keras yang terus dia pertunjukkan di sepanjang laga.

"Dia melakukan pekerjaan dengan hebat. Saya pikir dia adalah pemain terbaik dan kami bahkan tak perlu menang untuk membuktikan kalau Messi adalah yang terbaik," sanjung Pep Guardiola dalam wawancara usai pertandingan seperti diberitakan Reuters.

Tak berlebihan kalau menyebut Messi mengungguli dengan telak sang pesepakbola terbaik dunia. Data statistik yang dilansir situs Eurosport membuktikan itu semua. Sepanjang laga di Olimpico dinihari tadi, Messi membuat 51 umpan dengan tingkat keberhasilan mencapai 84 persen, sementara Ronaldo membuat 31 umpan dan cuma 68 persen yang sukses.

Ronaldo memang mampu mengungguli Messi dalam hal shot on goal karena dia mampu membuat enam, dengan dua di antaranya mengarah ke sasaran. Sementara pada saat bersamaan Messi hanya membuat tiga tendangan ke arah gawang dan cuma satu yang mengarah ke Edwin Van der Sar. Namun Messi jauh efektif lantaran dari satu shot on target-nya itu tingkat keberhasilannya 100% karena berujung gol.

Di luar hal teknis skill dan permainan sepakbola, Messi juga dengan telak mengalahkan Ronaldo. Dengan kontribusi besar yang dia berikan buat Barca, pesepakbola 21 tahun itu masih terlihat sederhana. Tak ada gerak-gerik dan bahasa tubuh berlebihan ditunjukkan di atas lapangan.

Kondisi berseberangan justru terlihat pada Ronaldo, setelah beberapa kali aksinya mengundang pemain Barca melancarkan protes pada wasit. Puncak penampilan buruk winger 24 tahun itu adalah pengungkapan rasa frustasi saat melanggar Charles Puyol di dekat sudut lapangan Barcelona. Tindakan yang berbuntut keluarnya kartu kuning buat dia.

Keunggulan lain Messi atas Ronaldo adalah keberhasilan dia mencuri status top skorer. Ronaldo yang musim lalu jadi pemain paling subur dengan delapan gol yang dicetaknya harus melepas gelar tersebut pada Messi yang punya koleksi sembilan gol musim ini, unggul lima atas CR7.

Jika berdasarkan fakta di atas, bisa jadi suara bulat soal pemain terbaik dunia yang baru bisa didapat. Tentunya dengan Messi yang menyandang predikat tersebut.

Rekor Tak Terkalahkan MU Pupus

Rekor Tak Terkalahkan MU Pupus

Manchester United harus takluk 0-2 di tangan Barcelona di final Liga Champions. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rekor panjang tak terkalahkan 'Setan Merah'.

Dua gol dari Samuel Eto'o dan Lionel Messi menyungkurkan MU yang merupakan juara bertahan di laga final yang dihelat di Stadion Olimpico Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB.

Sejak terakhir kali ditekuk AC Milan dengan skor 3-0 di leg kedua semifinal Liga Champions 2006-07, setelah itu MU memang bagaikan tak tersentuh oleh lawan-lawannya.

Sudah 25 laga dilakoni Ryan Giggs dkk tanpa kalah. Rinciannya, pasukan Sir Alex Ferguson itu memetik 15 kali kemenangan dan 10 kali ditahan imbang oleh lawan.

Akhirnya, rekor itu pupus di tangan Barcelona. Tak hanya harus menyudahi rekor tak terkalahkan itu, MU juga harus menyerahkan titel juara Liga Champions kepada Barca.

Jelang Final Liga Champions: MU Akan Menang dengan Menyerang

Jelang Final Liga Champions: MU Akan Menang dengan Menyerang

Roma - Chelsea memilih bertahan untuk meredam ketajaman Barcelona di babak semifinal lalu. Cara serupa tak akan diterapkan Manchester United yang yakin bakal menang dengan meladeni permainan menyerang.

Meski banyak yang mengkritik, Guus Hiddink tak bisa disalahkan saat memilih untuk bertahan kala Chelsea harus meladenin Barcelona. Kalau bukan karena Andres Iniesta yang menjebol jala Petr Cech di masa injury time leg kedua semifinal, John Terry cs pasti sudah berada di Roma saat ini bersiap membalas dendam atas kekalahan musim lalu.

Bertahan memang menjadi pilihan yang mungkin paling bijak saat menghadapi Barca, yang kini tercatat sebagai klub paling produktif dengan 30 gol yang dilesakkan di Liga Champions. Lihatlah bagaimana Real Madrid harus menanggung malu yang amat sangat saat dipecundangi dengan 2-6 di Santiago Bernabeu bulan lalu.

MU pun lantas dikhawatirkan bakal mengubah karakter asli mereka saat bertanding di Stadion Olimpico pada Kamis (28/5/2009) lusa. Namun Nemanja Vidic memastikan kalau timnya tak akan bertahan, The Red Devils disebutnya akan menang dengan tetap bermain menyerang.

"Di Liga Spanyol, Barcelona menunjukkan sepakbola yang memikat dan mencetak banyak gol. Kami menghormati mereka, tapi kami berpikir kalau kami lebih baik lagi, baik apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan (di final)," ungkap Vidic di Reuters.

"Kami bukan tim yang akan pergi ke sana dan lantas bertahan. Kami ingin bermain menyerang," sambung bek tengah asal Serbia itu.

Soal produktivitas, MU saat ini terhitung kalah jauh atas Barca. Jika Lionel Messi cs sudah membukukan 30 gol, maka Cristiano Ronaldo dkk. "baru" membuat 18 di Liga Champions musim ini.

Meski begitu, Vidic tak merasa MU bakal inferior dalam laga final nanti. Keberadaan Ronaldo, Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov serta Carlos Tevez disebutnya akan membuat MU punya daya serang yang tak kalah tajam dengan sang lawan.

"Saat kami membutuhkan gol, kami akan mencetak gol. Dalam beberapa pertandingan kami tertinggal satu atau dua gol namun kemudian bisa memenanginya. Kami menunjukkan kalau kami membutuhkan gol maka lini depan kami akan melakukannya. Semua tim yang masuk final adalah tim yang bagus, ini akan menjadi final yang bagus," pungkas Vidic.

Jelang Final Liga Champions: Roma Akrab dengan Klub Inggris

Jelang Final Liga Champions: Roma Akrab dengan Klub Inggris

Pertarungan Manchester United dan Barcelona di final Liga Champions digelar di tempat netral. Sejarah mencatat, Roma lebih akrab buat tim Inggris yang pernah bermain di sana untuk laga final Eropa.

Berikut ini beberapa fakta menarik menjelang pertandingan The Red Devils versus El Barca di babak final Liga Champions, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB:

* Ini adalah final edisi ke-45 sejak kompetisi ini dimulai pada musim 1955/1956, dan final terakhir yang akan dimainkan di hari Rabu (malam) waktu setempat. Mulai final musim depan di Madrid, pertandingan akan digelar di hari Sabtu.

* MU akan memainkan final keempatnya, sedangkan Barca yang kelima. MU selalu menang di tiga final sebelumnya di tahun 1968, 1999, dan 2008. Barca memenangi dua dari empat lag finalnya di tahun 1992 dan 2006, dan runner up 1961 dan 1994.

* Barcelona juga memegang rekor terbanyak juara Piala Winners dengan empat kali, dan berbagi rekor juara Piala UEFA dengan Juventus, Liverpool, dan Inter Milan, sebanyak tiga kali. Adapun MU pernah satu kali memenangi Piala Winners dan belum pernah menjuarai Piala UEFA.

* Ini adalah musim kelima berturut-turut ada wakil Inggris di partai final setelah Liverpool (pemenang 2005), Arsenal (runner up 2996), Liverpool (runner up 2007), dan final all-England musim lalu antara MU versus Chelsea.

* MU sedang berusaha menjadi klub pertama yang mempertahankan titel Eropa-nya sejak AC Milan di tahun 1989 dan 1990. Tim terakhir yang finish sebagai runner up setelah juara di musim sebelumnya adalah Juventus, yang menang di tahun 1996 dan kalah di tahun 1997.

* MU tak terkalahkan dari 25 pertandingan Liga Champions terakhirnya, yang mana ini merupakan rekor untuk kejuaraan ini. Kali terakhir mereka menelan kekalahan adalah di semifinal 2007 dari AC Milan.

* Roma akan menggelar laga final Liga Champions untuk kali keempat setelah 1977, 1984, dan 1996. Selama ini baru Liverpool tim Inggris yang pernah tampil di final di Roma, yakni di tahun 1977 dan 1984, dan mereka selalu keluar sebagai juara.

* Stadion Wembley (lama) adalah arena yang paling sering menggelar partai final Liga Champions, sebanyak lima kali (1963, 1968, 1971, 1978, dan 1992). Di tahun terakhir, Barcelona menjadi juara. Paris juga lima kali menghajat final turnamen ini, tapi di kota yang berbeda-beda. Wembley akan menjadi tuan rumah lagi untuk 2011.

Sir Alex Masih Belum Lelah


Sir Alex Masih Belum Lelah

Manchester - Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengaku belum lelah untuk merengkuh juara liga Inggris. Ia pun menegaskan belum merenungkan masalah pensiun yang selama ini selalu dibicarakan.

MU memastikan gelar juara Liga Inggris ke-18 usai menahan imbang Arsenal tanpa gol dalam laga yang berlangsung Sabtu (16/5/2009) malam WIB. Kesuksesan ini membawa MU menyamai gelar Liverpool di ajang Liga Inggris.

"Menyamai Liverpool merupakan sasaran karena mereka adalah tim yang terbaik di kompetisi ini. Namun saya tidak pernah terpikir bahwa kami bisa mendapatkan sebelas gelar, bahkan untuk waktu jutaan tahun," kata Ferguson.

Untuk musim depan, target juara liga kembali diincar. "Akan menjadi sesuatu yang lebih spesial bila kami bisa berada di depan Liverpool. Tahun depan, kami akan kembali merebut titel juara," seru Sir Alex seperti dikutip dari Manchseter Evening News.

Guna mendapatkan sesuatu yang spesial itu, Ferguson pun memilih untuk menepikan sebuah isu yang selama ini terus beredar yakni soal pensiun.

"Saya belum berpikir tentang pensiun. Saya ingin tetap menjadi manajer. Kesehatan saya lah yang akan menentukan kapan saya akan berhenti," tukas pria yang sudah mempersembahkan 11 gelar juara liga bagi MU itu.

MU Samai Rekor Liverpool

MU Samai Rekor Liverpool

Manchester - Gelar juara Liga Primer musim ini yang diraih Manchester United membuat koleksi gelar yang juara liga domestik milik tim Setan Merah bertambah menjadi 18. Angka ini menyamai rekor milik Liverpool.

MU memastikan keluar sebagai juara Liga Primer 2008/09 usai menahan imbang Arsenal tanpa gol di Stadion Old Trafford, Sabtu (16/5/2009) malam WIB. Hasil seri ini membuat MU kokoh di puncak klasemen dengan poin 87, unggul tujuh poin dari pesaing terdekat mereka Liverpool. Poin ini tak mungkin lagi terkejar oleh The Reds yang masih menyisakan dua pertandingan lagi.

Kesuksesan musim ini membuat koleksi gelar MU di ajang liga Inggris menjadi 18. Dari seluruh gelar yang direbut MU, sebelas di antaranya dipersembahkan oleh Sir Alex Ferguson, pria yang menukangi MU sejak tahun 1986. Kesebelas gelar itu juga dicatat ketika kompetisi kasta tertinggi Inggris berubah menjadi Premier League pada musim 1992/93.

Kesuksesan kali ini juga merupakan kali ketiga secara berturut-turut yang dibukukan oleh Sir Alex. Dua gelar sebelumnya diraih musim 2006/07 dan 2007/08.

Jumlah 18 trofi membuat MU menyamai perolehan Liverpool dalam urusan gelar juara liga Inggris. Yang membedakan, seluruh trofi The Reds dibukukan ketika kompetisi masih bernama Football League First Division. Terakhir kali Liverpool keluar sebagai juara pada musim 1989/90. Ada pun sejak Premier League bergulir, Liverpool belum pernah keluar sebagai juara.

Yang unik, apa yang terjadi hari ini belum pernah ada terbayang di benak Sir Alex Ferguson. "(Ketika pertama kali melatih MU) Saya tidak pernah berpikir bisa menyamai Liverpool. Target pertama saya adalah memenangi satu gelar dan mematahkan dominasi Liverpool dalam kompetisi ini," tukas Ferguson seperti dikutip dari Manchester Evening News sehari sebelum laga melawan Arsenal ini digelar.

Malam ini, semua yang tidak pernah terbayang itu ternyata menjadi nyata.

Daftar Juara Liga Primer (sejak musim 1992/93)
Nama tim-Musim
1992/93 Manhcester United
1993/94 Manchester United
1994/95 Blackburn Rovers
1995/96 Manchester United
1996/97 Manchester United
1997/98 Arsenal
1998/99 Manchester United
1999/00 Manchester United
2000/01 Manchester United
2001/02 Arsenal
2002/03 Manchester United
2003/04 Arsenal
2004/05 Chelsea
2005/06 Chelsea
2006/07 Manchester United
2007/08 Manchester United
2008/09 Manchester United

Tanpa Gol, Old Trafford Berpesta

Tanpa Gol, Old Trafford Berpesta

Manchester - Tidak ada ulangan dua kemenangan atas Arsenal di semifinal Liga Champions, tidak ada gol pula yang tercipta di pertandingannya malam ini, Sabtu (16/5/2009). Yang ada adalah publik Old Trafford berpesta.

Itulah ending yang manis dari kiprah Manchester United di kompetisi Liga Inggris musim ini, walaupun mereka masih punya sisa satu pertandingan melawan Hull City minggu depan. Hasil seri 0-0 melawan Arsenal hari ini yang memberi mereka gelar juara satu minggu lebih cepat.

MU yang hanya butuh seri untuk mempertahankan titelnya tersebut, tampil agresif sejak menit awal. Dari segi penguasaan bola, pasukan Sir Alex Ferguson ini sedikit di atas lawannya.

Meski kerap menekan dan berhasil membuat sibuk pertahanan Arsenal, tapi tidak banyak tembakan berbahaya yang mengarah ke gawang Lukasz Fabianski. Beberapa di antaranya didapat Wayne Rooney, tapi sundulannya melenceng tipis di kanan gawang, lalu tendangan Ryan Giggs dari jarak dekat yang melambung.

Di menit terakhir Cristiano Ronaldo memiliki kesempatan dari spesialisasinya, mengambil free kick dari luar kotak penalti. Namun tembakan kerasnya tidak tepat sasaran.

Sementara itu Arsenal memberi perlawanan yang cukup baik. Serangan balasan Cesc Fabregas dkk cukup gencar dilakukan dalam tempo cepat, tapi tidak pula sampai terlalu membahayakan.

Kans terbesar The Gunners terjadi di menit 13 ketika Robin van Persie lolos dari posisi offside untuk menyambut umpan Fabregas, namun sundulannya melewati mistar gawang Edwin van der Sar. Begitu pula tembakan Alex Song di menit 42, yang malah terhalang Van Persie di kotak penalti MU.

Di babak kedua MU tetap mencoba mengendalikan permainan. Namun perlahan tapi pasti malah tamunya yang bermain makin baik. Di menit 57 misalnya, sebuah kerja sama cantik diperagakan anak-anak London utara itu di wilayah pertahanan tuan rumah, tapi sentuhan akhir dari Gibbs melenceng.

Dua menit kemudian MU melakukan serangan balasan. Menerima umpan silang Rooney, Tevez berhasil mengalahkan Kolo Toure persis di tengah kotak penalti. Ketika situasi membahayakan buat Arsenal, Fabianski membuat tekel sodokan yang krusial dan membuyarkan lawannya itu.

Itu pula peluang terakhir yang dimiliki Tevez dalam laga ini. Selang enam menit, ia ditarik keluar dan digantikan Park Ji Sung. Yang menarik, ketika melihat nomor punggung dirinya diperlihatkan ofisial di pinggir lapangan, wajahnya tampak tak puas dan ia sempat menggeleng-gelengkan kepala.

Penonton memberi standing applaus dan banyak yang memperlihatkan poster-poster yang menunjukkan rasa sayang mereka pada pemain internasional Argentina itu. Tevez lalu membalas penghormatan itu dengan melambaikan kedua tangannya. Dengan kontrak peminjamannya yang akan habis di akhir musim, dan hingga kini MU belum memperpanjangnya, inikah pertanda bahwa Tevez baru saja memainkan pertandingan terakhirnya di Old Trafford?

Kembali ke lapangan, Park langsung mencetak gol hanya beberapa menit setelah menjejak rumput arena. Namun gol itu tidak sah karena ia dalam posisi offside.

Sementara itu Arsenal bermain lebih bagus lagi setelah Theo Walcott dan Nicklas Bendtner masuk menggantikan Andrit Arshavin dan Samir Nasri. Di 10 menit terakhir mereka menguasai permainan dan terus memberi tekanan cukup hebat ke jantung pertahanan MU.

Meski begitu, sampai pertandingan berakhir tidak tercipta gol, dan kedudukan di awal dan akhir laga tetap sama, 0-0. Ini sudah cukup bagi MU memastikan gelar juara untuk kali ke-18, menyamai rekor terbanyak milik Liverpool. Lebih spesifik, mereka mencetak hat-trick juara Premiership, karena dua musim sebelumnya yang menjadi yang terbaik di tanah Inggris.

Susunan pemain:
MU: Van der Sar, O'Shea, Vidic, Evans, Evra, Carrick, Fletcher, Giggs, Ronaldo, Tevez (Park 67), Rooney (Anderson 90)

Arsenal: Fabiansi, Sagna, Toure, Song, Gibbs (Eboue 77), Denilson, Fabregas, Nasri (Bendtner 69), Diaby, Arshavin (Walcott 69), Van Persie

Jelang MU vs Arsenal - Ferguson: Sesuatu yang Tak Pernah Terpikirkan

Jelang MU vs Arsenal - Ferguson: Sesuatu yang Tak Pernah Terpikirkan

Manchester - Ketika pertama kali menangani Manchester United, Sir Alex Ferguson mengaku tidak pernah terpikir akan menyamai perolehan titel Liverpool. Kini, hal itu sudah berada di depan mata.

MU berada di ambang gelar juara Liga Inggris musim ini. Tinggal butuh satu poin, maka The Red Devils dipastikan menjadi juara. Kemenangan musim ini akan menambah koleksi gelar Liga Inggris MU menjadi 18, sama dengan yang dimiliki Liverpool.

Yang unik, apa yang ada di depan mata MU saat ini, adalah sesuatu yang sama sekali tidak pernah terpikirkan di benak Sir Alex. "(Ketika pertama kali datang) Saya tidak pernah berpikir bisa menyamai Liverpool," tukas Ferguson seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Memang, saat Ferguson pertama kali menangani MU pada tahun 1986, Liverpool begitu perkasa. The Reds telah mengoleksi 16 gelar juara Liga Inggris, di mana sembilan di antaranya diperoleh dalam periode awal 1970-an hingga saat Fergie bergabung dengan MU.

"Target pertama saya adalah memenangi satu gelar dan mematahkan dominasi Liverpool dalam kompetisi ini," kata Fergie.

Target pertama telah terpenuhi. Dominasi Liverpool telah mereka patahkan. Sejak kompetisi berubah menjadi Liga Primer pada musim 1992/93, racikan pria asal Skotlandia itu mampu menghadirkan sepuluh trofi. Sementara Liverpool belum pernah merebutnya.

Kini, gelar ke-18 Liga Inggris ada di depan mata. Arsenal menjadi lawan yang harus diatasi guna merengkuhnya. Hasil imbang sudah cukup membawa Ryan Giggs dkk. untuk keluar sebagai juara.

"Arsenal adalah ancaman. Mereka merupakan tim yang baik dan memiliki potensi yang tidak bisa Anda remehkan," ujar Sir Alex.

Jelang MU vs Arsenal: MU Disanjung, Arsenal Dikritik

Jelang MU vs Arsenal: MU Disanjung, Arsenal Dikritik

London - Menjelang laga menghadapi Manchester United, Arsenal dikritik oleh mantan pemainnya sendiri. Sebaliknya, pujian justru dia lontarkan buat MU.

Lee Dixon adalah mantan pemain bertahan Arsenal periode 1988-2002. Kini pria berusia 45 tahun tersebut sudah menjadi pengamat sepakbola dan dia pun menyampaikan analisanya jelang laga MU versus Arsenal.

"Tim MU yang ini punya semangat dan rasa lapar seperti dulu. Saya takut dengan tim yang mereka miliki, mereka tim yang diisi dengan pemain relatif muda, dan akan jadi lebih baik nantinya," kata dia kepada United Review yang dikutip situs resmi MU.

Pada era Dixon di Arsenal, dia akrab dengan persaingan antara timnya dengan 'Setan Merah'. Tapi saat ini, dia melihat kalau The Gunners sudah semakin jauh ketinggalan.

"Sekian lama kita bicara tentang potensi yang dimiliki oleh tim Arsenal saat ini, tapi ada waktunya ketika bakat saja tidak cukup, Anda harus menunjukkan bukti. Jika MU atau Liverpool berdiam, maka Arsenal mungkin bisa ada di sana (setara keduanya), tapi mereka semua menjadi lebih baik dan Arsenal terus berusaha mengejar."

Terhadap laga di akhir pekan sendiri, Dixon menilai duel MU kontra Arsenal akan berjalan sengit. "Tapi beberapa pekan lalu saya bilang bahwa jika MU akan terpeleset, maka mungkin itu akan terjadi lawan Arsenal. Mungkin hasilnya 1-1," tuntas Dixon.

Jika hasil imbang itu yang terwujud di akhir pekan, MU tetap akan menjadi jawara Liga Primer musim ini karena memang cuma butuh satu angka untuk memastikannya.

Rooney Siap Pastikan Pesta di Old Trafford

Rooney Siap Pastikan Pesta di Old Trafford

Manchester, Wayne Rooney ingin berpesta di depan para pendukungnya. Striker Inggris ini bertekad membantu Manchester United memastikan meraih gelar Premiership di Old Trafford.

MU sedang bersiap menjadi tuan rumah untuk Arsenal akhir pekan ini, di mana mereka hanya butuh satu poin untuk mengunci gelar Liga Inggris tiga musim berturut-turut.

Arsenal diperkirakan memberi perlawanan ketat untuk menunda pesta 'Setan Merah'. Meski demikian, Rooney bertekad mengerahkan segala kemampuannya supaya pesta tidak tertunda lebih lama.

"Satu poin akan membuat kami memenangi gelar. Semoga itu terjadi Sabtu ini. Akan brilian dilakukan di depan fans kami dan memenanginya atas Arsenal," kata Rooney seperti dilansir Sky.

"Kalau Anda datang ke Old Trafford, Anda akan selalu mendengar mereka menyanyikan gelar di Old Trafford. Akan sangat menyenangkan menang melawan Arsenal. Ini akan spesial," ujarnya.

"Kami ingin memenanginya di depan fans kami. Saya pikir manajer mengatakan bahwa kami hanya dapat melakukan sekali dalam 17 tahun. Menjadi juara tiga tahun berturut -turut akan luar biasa," ujar Rooney.

Liga Inggris Pekan Ini: Satu Angka dan Ayo Berpesta

Liga Inggris Pekan Ini: Satu Angka dan Ayo Berpesta

Manchester United tinggal sejengkal dari tahta Liga Inggris. Satu angka saat mereka menjamu Arsenal akhir pekan ini akan memastikan hadirnya gelar juara ke-18 mereka.

Adalah kemenangan 2-1 atas Wigan Athletic yang membuat MU di atas angin. 'Setan Merah' kini berjarak enam angka dari peringkat dua, Liverpool, saat Liga Inggris tinggal menyisakan dua laga.

Kepastian juara itu bisa MU dapatkan saat menjamu Arsenal di pekan ke-37 Liga Primer di kandang sendiri, Stadion Old Trafford, Sabtu (16/5/2009) nanti.

Satu angka dari hasil seri saja sudah cukup untuk mengantar MU juara. Selisih empat angka, dengan asumsi Liverpool juga menang, sudah tidak terkejar hanya melalui satu pertandingan.

Bila bermain 'normal', MU seharusnya tidak kesulitan untuk memetik satu angka itu. Bahkan bukan tidak mungkin pesta juara akan dibuat komplet dengan sebuah kemenangan.

Kemenangan akan menjadi semacam pembalasan lanjutan karena di pertemuan pertama di Liga Inggris, dua gol Samir Nasri membawa Arsenal menekuk MU 2-1.

Disebut pembalasan lanjutan karena setelah kekalahan di bulan November itu, MU sudah dua kali bentrok dengan Arsenal lagi di Liga Champions. Hasilnya sempurna karena dua kali pasukan The Red Devils bisa mengalahkan Arsenal.

Sekarang semuanya terserah kepada MU sendiri. Akankah mereka akan menuntaskan pekerjaannya sekarang, memastikan gelar juara dan berpesta di rumah sendiri atau harus menunggu sepekan lagi ketika mereka bertandang ke markas Hull City.

Liverpool sebagai satu-satunya klub yang masih bisa menggeser MU juga tampaknya hanya bisa pasrah. The Reds sebaiknya tidak memikirkan MU dan berkonsentrasi kepada pertandingan mereka sendiri yang akan digelar pada Minggu (17/5).

Steven Gerrard dkk akan mengunjungi kandang West Bromwich Albion. Bila Liverpool berupaya menyelamatkan kans tersisa, meski itu sangat sempit, West Brom juga punya ambisi lolos dari degradasi.

Mengingat baru akan bermain sehari setelah MU, bisa jadi Liverpool sudah tahu mereka sudah gagal sebelum bertanding. Bila itu yang terjadi, manajer Rafa Benitez harus memompa semangat anak asuhnya untuk tetap positif, setidaknya untuk menyelamatkan posisi dua.

Tangga kedua Liverpool memang belum aman karena Chelsea menguntit mereka dengan selisih tiga angka. Chelsea sendiri akan bermain setelah Liverpool dengan menjamu Blackburn Rovers.

Kans Pesta Meriah MU di Old Trafford

Kans Pesta Meriah MU di Old Trafford

Wigan - Manchester United berpeluang pesta besar-besaran di akhir pekan. Di rumah sendiri, mereka punya kans menyamai rekor Liverpool jika bisa meraup satu angka saja.

Kemenangan atas Wigan, Kamis (14/5/2009) dinihari WIB, membuat MU tinggal sejengkal lagi jadi jawara Liga Primer Inggris. Peluang jadi juara pun terbentang di akhir pekan ketika MU menjamu Arsenal.

Jika setidaknya sukses mengimbangi The Gunners, maka tahta juara pun didapat. Ini akan jadi istimewa karena dilakukan di markas 'Setan Merah' sendiri.

Bukan hanya itu saja, potensi pesta di Old Trafford itu bakal kian meriah karena bakal menjadi gelar liga ke-18 MU, yang mana bakal menyamai torehan Liverpool sebagai perengkuh gelar terbanyak sejauh ini.

Namun demikian, Sir Alex Ferguson enggan timnya sudah terbuai duluan. Dia ingin Cristiano Ronaldo cs tak kehilangan fokus melawan Arsenal yang juga mereka lewati di semifinal Liga Champions musim ini tersebut.

"Kami akan menghadapi pertandingan itu sebagaimana yang biasa kami lakukan dan mencoba menang," tegas Fergie kepada Sky Sport 1.

Musim ini Arsenal didera sejumlah kritik, yang utamanya bersumber kepada gagalnya mereka mengakhiri puasa gelar. Namun, Fergie tetap menyanjung lawannya di akhir pekan itu.

"Kami akan menghadapi Arsenal yang tangguh. Saya tak mendengarkan kritikan tersebut. Kami tahu betapa bagusnya mereka. Kami harus tampil bagus Sabtu nanti dan semoga kami bisa," harap dia.

Cukup Empat, Park Ingin Sembilan

Cukup Empat, Park Ingin Sembilan

Manchester - Manchester United hanya membutuhkan empat poin lagi untuk bisa menjadi juara Premier League. Namun Park Ji-Sung ingin menjadi juara dengan memenangi semua tiga laga tersisa.

Tengah pekan ini, MU akan bertandang ke markas Wigan Athletic. Jika berhasil meraih tiga poin di sana, The Red Devils hanya tinggal butuh hasil imbang kala menghadapi Arsenal, akhir pekan ini, untuk memastikan titel juara Liga Inggris musim ini berada dalam genggaman mereka.

Meskipun demikian, skenario tersebut tampaknya tak masuk dalam catatan Park. Gelandang asal Korea Selatan ini lebih memilih untuk memenangi semua laga tersisa sehingga raihan gelar tersebut pun terasa lebih mantap.

"Saya percaya diri kami akan memenangi liga. Satu kemenangan dan satu hasil imbang sudah cukup untuk kami, tapi saya ingin memenangi semua laga sisa, dimulai dari Wigan," ujarnya di situs resmi klub.

"Tak ada tim lain yang akan bermain hari Rabu ini--ini adalah pertandingan sisa kami--jadi setelah kami bertanding, kami semua sama-sama telah bermain 36 kali. Ini adalah kesempatan besar untuk melebarkan jarak kami dengan tim lain."

MU akan menjalani laga terakhir musim ini dengan bertandang ke kandang Hull City pada 24 Mei. Jika skenario berjalan seperti apa yang diharapkan Park, bisa jadi saat itu titel juara sudah menjadi milik mereka.

Jelang Wigan vs MU: Mari Selesaikan Sekarang

Jelang Wigan vs MU: Mari Selesaikan Sekarang

Manchester - Manchester United semakin mendekati titel Liga Inggris. Kemenangan menghadapi Wigan Athletic tengah pekan ini bakal membuat jarak semakit dekat lagi. Makanya, selesaikan sekarang.

Kemenangan 2-0 atas Manchester City membuat MU kini unggul tiga angka dari Liverpool. Melawat ke kandang Wigan, Kamis (14/5/2009) dinihari WIB, akan melebarkan jarak itu jadi enam.

Dengan Liga Inggris tinggal menyisakan dua pertandingan lagi, tiga angka atas Wigan bakal membuat urusan MU 'selesai'. Satu angka dari dua pertandingan berikut, yakni menghadapi Arsenal dan Hull City, akan mensahkan 'Setan Merah' jadi jawara.

"Kami sudah dekat sekali. Jika kami menang melawan Wigan, maka itu akan jadi kemenangan yang penting untuk merebut gelar juara," ujar Evra seperti dilansir situs MU.

Namun Evra mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak terlalu jumawa. Bermain di kandang lawan dengan waktu istirahat yang cuma tiga hari bisa membuat MU tersandung.

"Tetapi ini belum benar-benar selesai. Kami harus melakukan pemulihan dengan baik sebelum kami memainkan pertandingan berikutnya," kata bek kiri asal Prancis tersebut.

"Kami juga punya final Liga Champions yang sangat kami nantikan. Tetapi itu harus kami pinggirkan dulu karena kami harus berkonsentrasi ke Liga Primer," tekad Evra.

'Jangan Buat Fergie Tersingung, Ronaldo'

'Jangan Buat Fergie Tersingung, Ronaldo'

Manchester - Sikap Cristiano Ronaldo yang berang ketika ditarik keluar akhir pekan lalu, mendapat kritikan dari mantan pemain Manchester United, Dwight Yorke. Menurutnya sikap pemain ber-nickname CR7 ini bisa menyinggung Sir Alex Ferguson.

Dalam laga antara MU kontra Manchester City di Old Trafford, Minggu (10/5/2009) malam WIB, Ronaldo menunjukkan sikap tidak puas ketika Ferguson menariknya keluar di menit ke-59 untuk digantikan oleh Paul Scholes. Saat itu MU unggul 2-0.

Ia sempat diam sejenak di pinggir lapangan dan tidak mau meninggalkan lapangan ketika akan ditarik. Sir Alex bahkan sempat membujuk winger Portugal itu.

Selanjutnya, Ronaldo keluar lapangan dengan geram. Pencetak gol pertama MU dalam laga ini bahkan sempat membanting jaket yang diberikan oleh ofisial tim. Di bangku cadangan, ia tertangkap kamera beberapa kali menggeleng-gelengkan kepalanya.

Yorke yang merupakan anggota skuad pada saat MU meraih treble winner tahun 1999 mengatakan bahwa Ronaldo seharusnya tidak perlu melakukan hal semacam itu. Menurutnya MU saat ini sedang berjuang secara kolektif untuk mempertahankan gelar yang telah diraihnya musim lalu, dan kelakuan Ronaldo bisa saja merusak ritme kerja tim.

"Jika Anda melihat apa yang sedang terjadi di United, mereka akan meraih gelar Liga dan final Liga Champions, segalanya merupakan sesuatu yang hebat. Lalu Anda melihat seseorang bertingkah seperi itu. Membuang jaket karena merasa tersinggung. Itu merupakan sesuatu yang tidak perlu," tukasnya seperti dilansir The Sun.

Menurut Yorke jika Ronaldo memang memiliki keluhan, ia tidak perlu dengan menunjukkan perilaku kecewanya di depan jutaan pemirsa televisi, namun cukup mendatangi kantor Sir Alex dan membicarakan tentang permasalahannya. Pemain Sunderland ini yakin bahwa sang bos telah memiliki pertimbangan untuk menarik keluar Ronaldo.

"Jika Anda memiliki keluhan, Anda dapat pergi dan menemuinya di kantornya. Namun dengan bertingkah seperti itu di depan jutaan orang dapat menyinggung Sir Alex."

"Pendukung akan selalu memihak Fergie, hanya akan ada satu pemenang. Anda tidak akan membuatnya kecewa seperti yang dilakukan Ronaldo. Manajer membuat keputusan dengan suatu alasan dan dia jarang mendapati keputusannya salah." pungkasnya.

Sir Alex dikenal sebagai manajer yang tak segan untuk memberikan hukuman kepada pemain yang ia anggap bertingkah, bahkan pemain bintang sekali pun. Sebagai bukti, ia tak segan membuang David Beckham atau pun Jaap Stam di masa lalu.

Beruntung bagi Ronaldo, Sir Alex sudah menyatakan bahwa dirinya maklum dengan sikapnya. Manajer asal Skotlandia itu mengatakan, sang pemain masih ingin terus bermain lantaran merasa tengah berada dalam performa puncaknya.

Hati Tevez Masih untuk 'Setan Merah'

Hati Tevez Masih untuk 'Setan Merah'

Manchester - Kabar mengenai bakal hengkangnya Carlos Tevez dari Manchester United terus berhembus. Meskipun demikian, striker asal Argentina itu dipuji lantaran tetap menunjukkan profesionalitasnya kepada The Red Devils.

Rencana kepergian Tevez dari Old Trafford akhir pekan ini kembali santer tedengar. Ada kabar yang menyebutkan bahwa pemain yang akrab disapa Carlitos itu merasa dirinya tak dianggap oleh manajemen MU sehingga lebih senang untuk hengkang.

Ironisnya, Tevez sudah dianggap sebagai pahlawan oleh publik Old Trafford. Hal ini bisa dilihat usai dirinya mencetak gol ke gawang Manchester City akhir pekan lalu. Ia merayakan gol dengan menempelkan tangan di telinganya, untuk mendengar namanya dielu-elukan pendukung 'Setan Merah'.

Ya, Tevez sendiri sebenarnya pernah menyatakan bahwa ia merasa hatinya adalah untuk MU. Namun kabar mandeknya pembicaraan dengan agen yang memilikinya, Kia Joorabchian, membuat Sir Alex Ferguson beserta manajemen The Red Devils tak bisa berbuat banyak.

"Carlos adalah pemain kelas dunia, dan dia juga seorang pemain yang memiliki profesionalitas," ujar Patrice Evra seperti dilansir Sportinglife.

"Dia mungkin memiliki beberapa masalah, tetapi selama ia bermain, ia selalu menghormati kostum Manchester United," tandasnya lagi.

Untuk membuat status Tevez menjadi permanen, Joorabchian dikabarkan meminta dana transfer hingga 30 juta poundsterling (sekitar Rp 473 miliar) plus gaji sejumlah 200 ribu pounds sepekan (Rp 3,2 miliar). Hal yang membuat pihak MU harus berpikir matang-matang sebelum mengambil keputusan.

Fergie sendiri enggan berkomentar banyak mengenai masalah ini. Gaffer asal Skotlandia ini menyebut bahwa hingga saat ini Tevez masih pemain MU, dan itulah yang terpenting saat ini.

"Saya sama sekali tak membaca berita surat kabar. Dia adalah pemain Manchester United," demikian dia.

Ronaldo-Tevez Antar MU ke Puncak

Ronaldo-Tevez Antar MU ke Puncak

Manchester, Manchester United kembali memuncaki klasemen sementara Liga Primer usai mengatasi Manchester City 2-0. Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez menjadi pengemas dua gol Setan Merah.

Dalam laga yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (10/5/2009) MU membuka skor lewat Ronaldo di menit ke-18. Tevez menyempurnakan kemenangan berkat golnya di menit ke-44.

Tambahan tiga poin membawa The Red Devils kembali ke puncak klasemen sementara. Dengan poin 83 yang dimiliki, Ronaldo cs unggul tiga poin dari peringkat kedua Liverpool.

Laga ini juga diwarnai oleh sikap Ronaldo yang berang ketika diganti di menit ke-59. Bahkan winger Portugal itu sempat tertangkap kamera mebanting jaket yang diberikan oleh ofisial tim MU.

Jalannya Pertandingan

Tiga menit setelah wasit membuka laga, tuan rumah langsung mengancam lewat Park Ji Sung, namun tendangan pemain asal Korea Selatan itu masih melebar.

Semenit berselang kiper City Shay Given berjibaku untuk menggagalkan upaya Carlos Tevez. Di menit ketujuh, Given kembali menggagalkan kans MU, kali ini lewat tendangan Ronaldo.

MU membuka skor lewat tendangan bebas Ronaldo di menit ke-18. Sebelumnya tendangan bebas diberikan akibat pelanggaran terhadap Dimitar Berbatov.

Memasuki menit ke-31, tiang gawang mematahkan peluang Tevez. Empat menit berselang, Johny Evans memiliki kesempatan. Namun sundulannya masih melebar.

Satu menit menjelang jeda, MU menggandakan keunggulan. Sepakan keras Tevez dari luar kotak penalti sukses menaklukkan Given. Meski sempat membentur tiang, bola kemudian memantul masuk ke gawang The Citizen. Skor 2-0 bertahan hingga masa istirahat.

Lima menit selepas turun minum Robinho yang berdiri di muka gawang menyia-nyiakan kesempatan. Rafael da Silva yang mengawal Robinho sudah terjatuh. Namun sepakan eks pemain Real Madrid itu justru melebar ke sisi kiri gawang Van der Sar.

Di menit ke-59, manajer MU Sir Alex Ferguson menarik keluar Ronaldo dan menggantinya dengan Paul Scholes. Kondisi ini membuat Ronaldo tidak puas dan sempat sedikit berang ketika meninggalkan lapangan. Bahkan winger asal Portugal ini sempat membanting jaket yang diberikan ofisial tim MU.

Memasuki menit ke-69, Valeri Bojinov memiliki kans untuk memperkecil ketinggalan City. Namun sepakannya dari luar kotak penalti masih membentur pemain bertahan MU.

Tujuh menit menjelang bubaran, Given menyelamatkan gawangnya dua kali. Yang pertama dari umpan silang Ryan Giggs yang membahayakan gawangnya, selanjutnya dari sepakan Wayne Rooney.

Pemain pengganti Martin Petrov melepaskan tendangan keras ke arah gawang Van der Sar. Dengan sigap kiper asal Belanda itu mementahkan sepakan Petrov sehingga selamatlah gawang MU.

Semenit menjelang akhir laga, Tevez hampir memperbesar keunggulan tuan rumah. Namun sundulannya usai menerima bola dari Scholes masih membentur tiang gawang.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir.


Susunan Pemain

MU: Van der Sar; Evans (O Shea 70'), Vidic, Evra, Rafael, Giggs, Fletcher, Ronaldo (Scholes 59'), Park Ji-Sung (Rooney 59'), Tevez, Berbatov

Man. City: Given; Onuoha, Dunne, Bridge, Richards, Kompany, De Jong (Petrov 72'), Caicedo (Bojinov 62'), Ireland, Robinho (C.Evans 89'), Elano

Tundukkan City, MU Kian Tak Terbendung

Tundukkan City, MU Kian Tak Terbendung

Manchester, Manchester United kian tak terbendung untuk mempertahankan titel juara Liga Inggris. Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford, Minggu (10/5/2009) membawa The Red Devils kembali ke puncak klasemen.

Dua gol penentu kemenangan MU datang di babak pertama. Setelah tendangan bebas Ronaldo di menit 18, "Setan Merah" menggandakan keunggulan lewat Carlos Tevez jelang turun minum.

Tambahan tiga poin dari derby Manchester ini membuat "Setan Merah" kembali memuncaki klasemen dengan poin 83. Rio Ferdinand cs unggul tiga poin atas Liverpool di posisi dua dengan masih memiliki satu pertandingan sisa. The Reds semalam menundukkan West Ham United 3-0.

Dengan kondisi tersebut di atas, anak asuh Sir Alex Ferguson kian dekat dengan hat-trick gelar juara Premier League. The Red Devils cuma butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan diraihnya titel juara mereka yang ke-18.

'MU Terbaik Sepanjang Sejarah'


'MU Terbaik Sepanjang Sejarah'

Manchester - Anderson mengatakan bahwa dia saat ini sedang berada di skuad terbaik Manchester United sepanjang sejarah. Ia juga yakin timnya bakal mempertahankan dua gelar yang diraih musim lalu, yakni Liga Champions dan Liga Inggris.

MU musim ini berpotensi untuk dapat meraih empat buah gelar, setelah memastikan diri lolos ke babak final Liga Champions dengan menyingkirkan Arsenal di semifinal dengan agregat 4-1. Di Liga domestik, MU masih menduduki peringkat pertama klasemen dengan keunggulan 3 poin dari peringkat dua, Liverpool.

Jika menjadi kenyataan, maka dua trofi tersebut akan melengkapi dua trofi lainnya yang sudah mereka raih sebelumnya, yakni Piala Dunia Antarklub dan Piala Carling.

"Skuad United yang ada saat ini bisa membuat sejarah. Saya dapat melihat kami dapat memenangi dua gelar Liga Inggris dan dua gelar Liga Champions berturut-turut, karena saya percaya tim ini merupakan tim terbaik United sepenjang sejarah," tukas Anderson seperti dilansir The Sun.

Gelandang Internasional Brasil ini juga secara spesifik menggarisbawahi peran Cristiano Ronaldo di timnya. Menurutnya, Ronaldo merupakan yang terbaik di Dunia.

"Ronaldo merupakan kunci. Ketika kami menemukan ritme permainannya, tidak mungkin bagi lawan untuk menghentikannya. Tidak ada yang meragukan bahwa dia merupakan pemain nomer satu di dunia. dan merupakan kehormatan tersendiri dapat bermain bersamanya."

"Sekarang pendukung kami akan datang ke Roma dan dengan bantuan mereka, tidak mungkin kami gagal di Final," pungkasnya.

Sebelumnya, predikat skuad terbaik MU disandang oleh tim yang memenangi treble winner di tahun 1999. Skuad tahun 1999 itu kini tinggal menyisakan Gary Neville, Paul Scholes dan Ryan Giggs.

Jadi Kiper pun Ronaldo Siap

Jadi Kiper pun Ronaldo Siap

London - Cristiano Ronaldo memainkan dengan sempurna peran barunya sebagai striker tunggal saat menghadapi Arsenal. Buat CR7, dipasang di manapun dia tak akan protes. Bahkan kalau harus jadi kiper.

Berbekal kemenangan 1-0 di laga pertama, Sir Alex Ferguson yang menargetkan bisa bikin gol di Emirates Stadium ternyata cuma memasang satu striker. Bukan Wayne Rooney yang dijadikannya sebagai ujung tombak karena dia dipasang di sayap kiri, adalah Ronaldo yang dipilihnya menjadi striker tunggal.

Di pasang di depan sebagai penyerang bukan hal baru buat pesepakbola Portugal itu karena dia cukup sering diminta membayangi Rooney sebagai striker. Tapi untuk dijadikan penyerang solo, itu sangat jarang terjadi.

Tapi CR7 membuktikan kalau posisi tersebut tetap bisa diperankannya dengan sangat baik. CR7 malah makin tajam karena dia bisa menyumbang dua gol yang punya peran besar membantu lolosnya MU ke final setelah memetik kemenangan 3-1.

"Saya bisa bermain meski bukan di posisi asli saya. Jika perlu, saya akan bermain sebagai striker, kiper atau winger," ungkap Ronaldo mengomentari posisi barunya di Telegraph.

Namun ada satu hal yang disesalkan Ronaldo dalam kemenangan tersebut. Kartu merah yang diterima Darren Fletcher, yang membuatnya dipastikan absen di final, disebut Ronaldo akan cukup merugikan MU.

"Itu sangat mengecewakan, dia pemain penting buat tim dan layak berada di final. Tapi itulah sepakbola," pungkas dia.

Ronaldo Antar 'Setan Merah' ke Roma

Ronaldo Antar 'Setan Merah' ke Roma

London - Cristiano Ronaldo mencetak dua gol yang memberi Manchester United kemenangan 3-1 atas Arsenal. The Red Devils pun dapat tiket ke Roma untuk menjalani final Liga Champions keduanya secara beruntun.

Di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2009) dinihari WIB, Arsenal berusaha mendominasi permainan sejak menit awal laga. Kesempatan pertama yang mereka miliki datang justru dari Rio Ferdinand saat sepakan Cesc Fabregas berbelok dua kali setelah sebelumnya membentur Nemanja Vidic. Beruntung buat MU arah bergulirnya bola masih ke luar gawang meski saat itu Edwin van der Sar sudah mati langkah.

Di menit tujuh publik Emirates Stadium bungkam saat Park Ji Sung membobol gawang Manuel Almunia. Diawali pergerakan Anderson di sisi kanan pertahanan Arsenal, umpan terobosan yang dia lepaskan pada Cristiano Ronaldo berhasil dikejar winger Portugal itu di kotak penalti.

Umpan yang dilepaskan CR7 sepertinya akan berhasil dihalau Kieran Gibbs yang berdiri di tengah kotak penalti, namun bek muda itu justru terpeleset yang membuat Park Ji Sung dengan leluasa menguasai bola dan melepaskan tembakan yang menjebol jala Manuel Almunia.

Tak sampai tiga menit, fans Arsenal tertunduk makin dalam setelah MU mencetak gol kedua yang kali ini dilesakkan Ronaldo. Mengambil tendangan bebas tendangan bebas jauh dari luar kotak penalti, sepakan kerasnya yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang sebenarnya mampu dibaca Almunia. Namun kiper Spanyol itu tak mampu membelokkan arah si kulit bundar yang menghujam keras ke arahnya.

Unggul agregat 3-0, MU sama sekali tak mengendurkan serangannya karena di menit 18 sebuah tendangan melengkung Wayne Rooney dari luar kotak penalti harus dengan susah payah diselamatkan Almunia dengan ujung jarinya.

Dari tendangan bebas sebagai lanjutan dari prosesi tersebut, tandukan Ronaldo cuma melayang tipis di sisi luar gawang The Gunners.

Nyaris tak ada peluang bersih yang dimiliki Arsenal untuk setidaknya mengancam Van Der Sar. Adebayor yang dipasang sendirian di lini depan Arsenal kembali dibuat tak berdaya saat harus menghadapi dua palang pintu "Setan Merah" Rio Ferdinand dan Vidic.

Di menit 32 MU kembali punya peluang saat kembali mendapat tendangan bebas di luar kotak penalti. Dari jarak yang relatif sama dengan gol pertama, tendangan bebas Ronaldo mengarah tepat ke pelukan Almunia.

Beberapa menit berselang Adebayor akhirnya dapat umpan yang cukup baik di muka kotak penalti hasil kiriman Bacary Sagna di sisi kanan. Tapi karena sambil dijepit dua bek MU, tandukannya sama sekali tak mengarah ke gawang.

Arsenal berusaha menyengat di awal babak kedua dengan langsung menekan pertahanan MU. Namun minimnya jumlah pemain di wilayah pertahanan "Setan Merah" membuat tak satupun upaya tersebut membuahkan hasil, bahkan untuk sekedar shot on goal.

Saat upaya memperkecil ketinggalan tak kunjung membuahkan hasil, justru Almunia yang kembali dibuat kerepotan mengamankan gawangnya. Tendangan mendatar Ronaldo dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang ditepis dengan sangat baik oleh kiper yang sempat dikabarkan akan pindah kewarganegaraan tersebut.

Beberapa menit selanjutnya, Arsenal mampu mengurung pemain MU di setengah lapangan. Namun lewat sebuah serangan balik yang cepat, gol ketiga MU datang kembali dari Ronaldo.

Selain mencetak gol, Ronaldo juga ikut menjadi kreator terciptanya gol ini. Dia melepaskan umpan backheel pada Park di muka kotak penalti MU, gelandang Korea Selatan itu kemudian melakukan sprint hingga tengah lapangan dan melepaskan umpan pada Rooney yang menusuk dari sisi kiri. Bola yang disodorkan Rooney disambar dengan sempurna oleh Ronaldo.

Setelah sebuah serbuan Van Persi bisa diselamatkan dengan baik oleh Van Der Sar, gelandang serang Belanda itu akhirnya bisa mencetal gol di menit 75 dari titik putih. Wasit menghadiahi tuan rumah penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Darren Fletcher terhadap Fabregas tepat di muka gawang. Selain memberi penalti, wasit juga megganjar gelandang Skotlandia itu dengan kartu merah.

Unggul jumlah pemain berusaha dimanfaatkan Arsenal untuk mencetak gol kedua dengan terus menggempur pertahanan MU. Namun bertumpuknya pemain tim tamu di muka gawang menghindarkan Arsenal dari mencetak gol keduanya.
Sebuah tendangan bebas jarak jauh Ronaldo yang melayang tipis di atas mistar gawang menjadi peluang terakhir yang tercipta dalam laga tersebut. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda laga usai.

Bungkam Arsenal 3-1, MU ke Final

Bungkam Arsenal 3-1, MU ke Final

London - Manchester United tampil perkasa saat bertandang ke Arsenal melakoni leg kedua semifinal Liga Champions. Membawa pulang kemenangan 3-1, The Red Devils kembali melangkah ke final.

Kemenangan ini membuat The Red Devils secara agregat unggul 4-1 setelah pada leg pertama di Old Trafford pekan kemarin juga unggul 1-0. MU pun memastikan lolos ke final untuk kali kedua secara beruntun dan punya kesempatan untuk mempertahankan gelarnya.

Di final, "Setan Merah" akan menghadapi pemenang laga Barcelona kontra Chelsea yang akan bertanding malam nanti.

Keunggulan 3-1 MU terhitung mengejutkan karena Ryan Giggs cs sebelumnya tak pernah menang di Emirates Stadium. Apalagi pada pertemuan pertama pekan lalu anak didik Sir Alex Ferguson cuma bisa menang 1-0 lewat gol John O'Shea.

Publik Emirates Stadium, Rabu (6/5/2009), dibuat bungkam oleh gol Park Ji Sung saat laga baru berjalan delapan menit. Cristiano Ronaldo menggandakan keunggulan tiga menit berselang lewat sebuah tendangan bebas yang dia lepaskan jauh dari kotak penalti.

CR7 memperbesar keunggulan MU di menit 61. Sementara gol tunggal The Gunners datang dari penalti Robin van Persie menyusul pelanggaran yang dilakukan Darren Fletcher terhadap Cesc Fabregas di kotak terlarang, insiden mana membuat gelandang Skotlandia itu mendapat kartu merah langsung dari wasit.

Susunan Pemain

Arsenal: 1-Manuel Almunia; 3-Bacary Sagna, 5-Kolo Toure, 20-Johan Djourou, 40-Kieran Gibbs; 14-Theo Walcott, 4-Cesc Fabregas, 17-Alex Song, 8-Samir Nasri; 11-Robin van Persie; 25-Emmanuel Adebayor.

Manchester United: 1-Edwin van der Sar; 22-John O’Shea, 5-Rio Ferdinand, 15-Nemanja Vidic, 3-Patrice Evra; 7-Cristiano Ronaldo, 24-Darren Fletcher, 16-Michael Carrick, 8-Anderson, 13-Park Ji-sung; 10-Wayne Rooney.

Jelang Arsenal vs MU: 'Setan Merah' Andalkan Pengalaman

Jelang Arsenal vs MU: 'Setan Merah' Andalkan Pengalaman

Jika berbicara soal pengalaman, Manchester United lebih sering memijak semifinal Liga Champions ketimbang Arsenal. Namun, untuk urusan lolos ke babak final, The Gunners jelas lebih efisien.

Menurut catatan yang tertera di situs resmi klub, MU sudah 10 kali menjadi semifinalis di Liga Champions. Musim ini merupakan semifinal ke-11 mereka di kompetisi antarklub Eropa itu.

Namun, dari 10 kesempatan itu, The Red Devils hanya mampu lolos ke final sebanyak tiga kali. Dan di sinilah hebatnya. MU tak pernah menyia-nyiakan kesempatan tampil di final, mereka selalu keluar sebagai juara dalam tiga kesempatan itu.

Sebaliknya bagi Arsenal, musim ini merupakan semifinal kedua mereka. Pada semifinal pertama mereka pada tahun 2006, The North Londoners langsung sukses memijak final. Sial bagi mereka, di partai puncak mereka takluk di tangan Barcelona.

Melihat data tersebut, MU jelas lebih berpengalaman dalam menghadapi babak semifinal Liga Champions. Tetapi Arsenal sangat berpeluang untuk kembali mengulangi hal yang sama seperti tahun 2006.

Dengan kemenangan 1-0 di leg pertama, sepekan lalu, MU sedikit berada di depan. Laga di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2009) dinihari WIB, pun diprediksi bakal seru lantaran Arsenal sudah menyatakan akan membalas kekalahan dengan lebih banyak gol.

Namun, Michael Carrick yakin bahwa pengalaman MU di Eropa bakal banyak membantu. Bagi gelandang internasional Inggris ini, semifinal kali ini merupakan yang ketiga untuknya sejak bergabung dari Tottenham Hotspur tahun 2006.

"Anda mendapatkan sedikit pengalaman dan itu jelas sangat membantu, tapi dengan pertandingan hidup-mati besok, siapa tahu, pertandingan ini bisa dimenangi siapa saja. Mereka punya tim yang bagus, tak hanya di lini tengah, tetapi juga secara keseluruhan," ujarnya di situs resmi UEFA.

Jelang Arsenal vs MU: Jangan Sampai Kena Kartu, Roo

Jelang Arsenal vs MU: Jangan Sampai Kena Kartu, Roo

London - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson mewanti-wanti Wayne Rooney agar jangan sampai mendapatkan kartu pada laga melawan Arsenal, Rabu (6/5/09) dinihari WIB. Pasalnya jika ia sampai terkena kartu, maka ia tidak dapat tampil pada laga final di Roma, kalau MU lolos.

MU melawat ke Emirates Stadium dengan bekal kemenangan 1-0 dari leg pertama. Pada pertemuan leg di Old Traford itu, kedua tim bermain dengan tempo cepat. Saat itu 'Setan Merah' lebih banyak menciptakan peluang dan mendominasi permainan.

Pada leg kedua nanti, Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah diprediksi akan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Hal ini membuat
Feruson mewanti-wanti Rooney agar tak terpancing dengan tensi pertandingan. Pasalnya penyerang yang terkenal emosional ini sudah mengantongi satu kartu kuning, dan satu kartu kuning lagi akan membuatnya terkena suspensi.

Namun pelatih berusia 67 tahun ini percaya sepenuhnya pada Rooney. Ia menganggap bahwa pemain berusia 23 tahun itu sudah cukup dewasa untuk melihat situasi pada laga nanti.

"Dia mengerti hal ini dengan sepenuhnya, dia pemain yang dewasa. Dia perlu untuk tetap disiplin dan pada kebanyakan waktu-waktu sebelumnya dia dapat melakukan hal itu. Saya tidak perlu mengatakan hal ini langsung kepadanya," tukas pelatih asal Skotlandia ini seperti dilansir The Sun.

Namun pelatih berusia 63 tahun ini juga menggarisbawahi tentang Roberto Rosetti, wasit yang akan memimpin laga di Emirates tersebut. Menurutnya sang pengadil di lapangan tidak akan terlalu mudah menghadiahi kartu kepada pemain.

"Wasit dari Italia yang akan memimpin pertandingan ini, Roberto Rosetti, dia mengerti tentang permasalahan serius jika seorang pemain mendapatkan kartu dan tidak dapat bermain di final karenanya."

"Saya memiliki catatan tentang wasit ini, sangat profesional dan cukup toleran. Mereka cukup baik dalam mengendalikan situasi."

Fergie sebelumnya pernah merasakan pemain pilarnya tidak dapat bermain di final Liga Champions. Pada tahun 1999, Roy Keane dan Paul Scholes yang merupakan pilar di lini tengah, tidak dapat bermain di final karena permasalahan yang sama. Namun akhirnya United dapat meraih gelar juara Eropa di musim itu.

MU Bidik Rekor Tak Terkalahkan

MU Bidik Rekor Tak Terkalahkan

Manchester - Manchester United masih pantas untuk mempertahankan gelar Liga Champions. Mereka pun telah siap mengantongi beberapa rekor Eropa saat laga melawan Arsenal.

MU sedang bersiap bertandang ke Emirates menghadapi Arsenal, Rabu (5/5/2009) dinihari WIB. Bukan hanya kemenangan yang kini dilirik oleh MU namun rekor juga telah menunggu skuad besutan Alex Ferguson.

Jika MU seri atau menang atas The Gunnners, maka mereka akan lolos ke final. 'Setan Merah' juga akan mencatat rekor Eropa yaitu 24 kali pertandingan tidak terkalahkan.

Mereka pun akan mencatat rekor lain yaitu bermain 151 pertandingan dan 79 kali kemenangan di Liga Champions. MU juga hanya kemasukan satu gol tujuh di laga tandang terakhir di Liga Champion .

Lini depan MU cukup tajam jika menghadapi sesama klub Liga Inggris. Mereka tak pernah gagal mencetak gol menghadapi klub Inggris lainnya di pentas Eropa lebih dari 45 tahun ini.

Terakhir saat mereka kalah 0-2 atas Tottenham Hotspur di London pada Piala Winners 1963-64. Jadi tidak salah jika MU memang pantas diunggulkan dalam laga semifinal Liga Champions ini.
Template by : kendhin x-template.blogspot.com