Messi Mau Main Bareng Ronaldo

Messi Mau Main Bareng Ronaldo

Barcelona - Andalan Barcelona Lionel Messi rupanya punya kekaguman atas bintang Manchester United Cristiano Ronaldo,. Messi bahkan mengaku ingin main bersama Ronaldo. Artinya?

Ronaldo adalah perengkuh gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008. Sementara posisi kedua ditempati oleh Messi.

Banyak orang yang membandingkan keduanya, sampai ngotot Messi punya kemampuan lebih baik dari Ronaldo. Orang boleh saja berpolemik, tapi Messi sendiri menunjukkan tak ada sengketa di antara mereka berdua.

Alih-alih memelihara persaingan dengan Ronaldo, Messi justru ingin tampil bahu membahu di satu kubu yang sama dengan si pemain Portugal. "Saya harus mengakui bermain dengan Ronaldo akan menyenangkan," aku Messi di Sports.co.uk.

Hal itu tentu bukan perkara mudah karena Messi dan Ronaldo beda tim. Di timnas Messi membela Argentina, sementara Ronaldo di Portugal. Pun demikian di level klub, di mana Messi berkostum Barca sedangkan Ronaldo berjuang untuk MU.

Akan tetapi, dengan menyiratkan keinginan bermain bersama Ronaldo, bukan pula berarti bahwa Messi sudah "mempromosikan" diri untuk dibeli MU dan disandingkan dengan Ronaldo.

"Aku sudah beruntung karena saya ada di sisi pemain-pemain berkualitas sepanjang karir. Tapi aku tak bisa menentukan ke mana, atau dengan siapa, aku bermain. Itu keputusan orang lain," demikian Messi.

Ronaldo: MU Butuh Gol di Emirates

Ronaldo: MU Butuh Gol di Emirates

Manchester - Kemenangan 1-0 atas Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions masih rawan buat Manchester United. Supaya bisa memuluskan langkah ke final, Cristiano Ronaldo meminta rekannya bikin gol lagi di Emirates Stadium.

Di Old Trafford, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB, MU sesungguhnya tampil dominan atas tamunya saat memetik kemenangan 1-0 . Tuan rumah tercatat membuat delapan shot on target, jauh unggul atas The Gunners yang cuma punya satu tembakan ke arah gawang Edwin van der Sar.

Adalah penampilan gemilang Manuel Almunia yang membuat The Red Devils tak mampu mencetak banyak gol demi menjadi modal menghadapi laga kedua di kandang Arsenal sepekan ke depan. Sadar kemenangan satu gol jauh dari cukup untuk bisa mengamankan tiket ke final, Ronaldo ingin agar MU tidak tampil bertahan di leg kedua dan justru harus bisa mencetak gol.

"Selalu penting untuk bisa meraih kemenangan. Kami tahu kalau kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol malam ini, dan itu tidak kami lakukan. Inilah sepakbola. Sekarang kami akan pergi ke sana (London) dan mencoba mencetak satu atau dua gol," ungkap Cristiano Ronaldo usai laga seperti diberitakan Skysport.

Peluang MU untuk bisa menang, atau setidaknya imbang, di Emirates tentunya masih terbuka. Tapi dalam lawatan terakhirnya ke sana pada awal November lalu "Setan Merah" justru dipaksa pulang dengan kekalahan 1-2, hasil laga yang menurut pemain terbaik dunia itu bisa dijadikan pelajaran berharga oleh skuad The Red Devils.

"Kami mendominasi seluruh pertandingan. Arsenal tim yang fantastis, yang mampu menahan bola dengan baik, tapi mereka tak mampu bikin peluang malam ini. Kami harus yakin kalau kami bisa mencetak gol di sana. Saya yakin kami akan punya beberapa peluang untuk mencetak gol, tapi kami juga harus mewaspadai Arsenal, mereka punya pelatih dan pemain yang bagus. Kami harus menghormati itu," pungkas Ronaldo.

'Harusnya MU Menang 4-0'

'Harusnya MU Menang 4-0'

Manchester - Sir Alex Ferguson mengaku senang dengan kemenangan 1-0 yang diraih Manchester United atas Arsenal. Tetapi manajer asal Skotlandia ini menyebut, MU seharusnya bisa menang 4-0.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Kamis (29/4/2009) dinihari WIB, MU tampil relatif lebih dominan atas sang tamu. Mereka memenangi penguasaan bola dan beberapa kali menciptakan peluang emas.

Gol akhirnya memang berhasil mereka ciptakan, tetapi tak sebanyak peluang yang mereka hasilkan. The Red Devils bisa berterimakasih kepada John O'Shea yang bisa menaklukkan ketangguhan Manuel Almunia pada menit 17.

Sir Alex mengaku puas dengan permainan yang telah ditampilkan oleh pasukannya. Satu-satunya yang ia sayangkan adalah bahwa seharusnya mereka bisa mencetak lebih banyak gol.

"Saya sangat puas dengan penampilan kami, level operan kami dan pergerakan kami sangat bagus, kami juga bermain dalam tempo yang cepat. Mungkin kami seharusnya bisa mencetak empat gol," ujarnya seperti dilansir Reuters.

"Tetapi sebelum pertandingan saya telah mengatakan bahwa saya ingin kemenangan tanpa kebobolan, dan kami berhasil melakukan itu. Anda tak bisa meraih segalanya di dalam hidup, jadi kami akan melangkah maju."

"Pertandingan ini belum usai, tapi kami tahu kami bisa pergi ke sana dan mencetak gol. Itulah masalah yang akan dihadapi Arsenal," pungkasnya.

Leg kedua antara kedua kesebelasan akan berlangsung pekan depan, kali ini di kandang Arsenal, Emirates Stadium.

MU Tundukkan Arsenal 1-0

MU Tundukkan Arsenal 1-0

Manchester United memetik kemenangan 1-0 atas Arsenal di laga pertama babak semifinal Liga Champions. Gol semata wayang The Red Devils datang dari John O'Shea di paruh pertama.

Di Old Trafford, Kamis (30/4/2009) MU tampil sangat dominan atas tamunya. Memiliki banyak peluang hampir di sepanjang 90 menit pertandingan, The Red Devils dipaksa puas dengan kemenangan tipis 1-0 melalui gol O'Shea di menit 17.

Arsenal, meski banyak ditekan tetap berusaha tampil ofensif. Namun Emmanuel Adebayor yang dipasang sendirian sebagai striker tak mampu berbuat banyak menghadapi kepungan Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.

Justru Manuel Almunia yang jadi pahlawan The Gunners setelah dia setidaknya membuat lima penyelamatan gemilang yang menghindarkan Arsenal dari kekalahan lebih besar. Kiper Spanyol itu sempat menghalau sontekan Wayne Rooney, memblok tendangan jarak dekat Carlos Tevez dan menghadang tandukan Cristiano Ronaldo tepat di muka gawang.

Meski menang, MU masih jauh dari aman untuk bisa melangkah ke final Liga Champions keduanya secara beruntun. Hasil imbang memang akan cukup membawa Edwin Van der Sar cs pergi ke Roma untuk menjalani laga final, namun keunggulan satu gol terhitung sangat rawan buat sang juara bertahan.

Sementara untuk Arsenal, peluang mereka juga masih terbuka lebar, kemenangan dengan selisih dua gol akan membawa mereka lolos ke final. Di Premiership musim ini, pasukan Arsene Wenger menundukkan MU dengan 2-1.

Giggs Pemain Terbaik

Giggs Pemain Terbaik
Kebahagiaan Ryan Giggs memuncak. Untuk kali pertama sejak berkarier 18 tahun sebagai pesepakbola profesional, Giggs dianugerahi gelar kehormatan tertinggi di Inggris. Minggu (26/4) atau Senin dinihari WIB, namanya terpilih memenangkan gelar Pemain Terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional se-Inggris (PFA) alias PFA Player of the Year.

Gelandang veteran Manchester United itu menggambarkan bahwa gelar tersebut merupakan apresiasi tertinggi yang pernah diraih olehnya. The Welsh Wizard mengalahkan nominasi lain, rekan seklubnya, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Cristiano Ronaldo dan Edwin van der Sar serta skipper Liverpool, Steven Gerrard.

Pilihan yang didasari dari sebuah penghormatan dari koleganya sesama pemain. Jika dihitung kontribusi, musim ini Giggs tidak terlalu sering bermain starter. Maklum, karena usianya sudah 35 tahun. Namun jejak rekamnya sebagai pemain sangat impresif. Memecahkan rekor terbanyak bermain untuk MU, Giggs merupakan pemain paling banyak mengoleksi gelar se-Inggris Raya.

Giggs yang dua kali meraih gelar Pemain Muda Terbaik, berkata: “Tidak salah lagi, inilah gelar personal terbaik yang pernah saya raih—terutama karena dipilih oleh sesama rekan-rekan pemain. Bangga rasanya meraih banyak gelar tapi yang ini salah satu terbesar.”

Giggs hanya 12 kali main sebagai starter musim ini, tapi ia reguler menjadi bagian dalam skuad inti untuk semua kompetisi yang digeluti. Jika ia nantinya bermain—kemungkinan besar akan tampil—menghadapi Arsenal dalam leg pertama semifinal Liga Champions, Giggs menorehkan penampilan ke-800 untuk MU. Meski rekor tersebut rasanya sangat sulit bisa dipecahkan, Giggs tidak terlalu menggubris soal rekor.

“Musim kompetisi yang sangat mengesankan,” katanya. “Saya pikir alangkah bijaknya jika bisa berpikir untuk tetap fokus. Kini terdapat pertandingan besar seletah yang satu dilewati. Justru itulah yang Anda harapkan di klub seperti Manchester United.”

Giggs tidak lupa mengucapkan terima kasihnya buat sang bos, Sir Alex Ferguson. Musim depan dipastikan Giggs masih bermain setelah menandatangani kontrak beberapa bulan lalu, yang mengikatnya sampai akhir musim depan. Setelah itu Giggs juga sudah menyiapkan masa tuanya dengan mulai mengikuti kursus kepelatihan.

Sementara itu untuk Pemain Muda Terbaik alias PFA Young Player of the Year disabet penyerang Aston Villa dan Timnas Inggris, Ashley Young. “Gelar ini merupakan penghargaan besar buat klub dan rekan-rekan setimku,” kata Young seperti dilansir Daily Mail. “Sebuah kehormatan yang besar dan saya sangat senang.”

Sedangkan untuk Tim Impian Liga Premier, MU mendominasi dengan menyertakan enam pemain. Disusul Liverpool dengan dua pemain.

Premier League Team of the Year: Edwin van der Sar (Manchester United/Belanda); Glen Johnson (Portsmouth/Inggris), Rio Ferdinand (Manchester United/Inggris), Nemanja Vidic (Manchester United/Serbia), Patrice Evra (Manchester United/Prancis); Ashley Young (Aston Villa/Inggris), Steven Gerrard (Liverpool/Inggris), Ryan Giggs Manchester United/Wales), Cristiano Ronaldo (Manchester United/Portugal); Nicolas Anelka (Chelsea/Prancis), Fernando Torres Liverpool/Spanyol).


Keyakinan Rooney, Pengakuan Fergie

Keyakinan Rooney, Pengakuan Fergie

Gelar juara Liga Premier musim ini pasti berlabuh di Old Trafford. Setidaknya hal tersebut amat diyakini striker Manchester United (MU), Wayne Rooney. Kemenangan sensasional 5-2 atas Tottenham Hotspur, yang mengantarkan The Red Devils kembali memuncaki klasemen sementara Liga Premier, membuat Rooney yakin timnya akan mampu mempertahankan titel juara.

Beberapa jam sebelum MU menggulung Spurs, puncak klasemen memang sempat diduduki oleh rival abadi mereka, Liverpool. The Reds sendiri pada laga Sabtu (25/4) kemarin, memang memperoleh hasil positif dengan kemenangan 3-1 atas tuan rumah, Hull City. Apa daya, hanya beberapa jam berselang, posisi tersebut kembali diakusisi MU. Bahkan MU kini unggul cukup jauh, tiga poin dengan masih menyisakan satu partai yang belum dimainkan.

“Kami paham kalau saat ini sedang berada di posisi teramat bagus. Kami harus mengambil keuntungan dari laga-laga yang tersisa. Masih ada lima pertandingan yang harus dijalani, dan semuanya kini bergantung pada kami,” yakin Rooney seperti dikutip The Sun.

Ia menambahkan: “Sangatlah penting untuk meraih kemenangan pada hari ini, dan tetap berada di puncak dengan keunggulan margin poin. itu memberi kami keyakinan dan kepercayaan untuk menghadapi laga tengah pekan.”

Kemenangan 5-2 atas Spurs tentunya menjadi salah satu hal yang kini amat disyukuri Rooney. Apalagi di babak pertama, timnya sempat ketinggalan dua gol, sebelum kemudian mengamuk setelah turun minum.

“Itu adalah comeback yang brilian. Babak pertama berjalan dengan begitu lambat, dan kami harus bermain cepat. Kami amat paham saat mencetak gol pertama, kami memiliki kesempatan, dan pada akhirnya, semua sangat memuaskan,” pungkas mantan striker Everton ini.

Sementara itu pujian justru dilayangkan oleh manajer MU, Alex Ferguson, kepada pemain pengganti, Carlos Tevez. Pemain yang kemungkinan meninggalkan MU di akhir musim ini, dianggap Ferguson sebagai sosok yang amat penting bagi comeback MU.

“Kami terlalu lambat, terlalu santai di babak pertama. Kami harus bermain cepat di babak kedua, dan Tevez bertanggung jawab atas hal itu. Ia membuat rekan-rekan setimnya dapat bermain,” ucap manajer gaek ini.

Ia meneruskan: “Kami harus mendapatkan gol secepatnya. Itu bukanlah tujuan akhir, namun hal tersebut amat berarti sebab membuat kami merasa lebih terpacu.”

Ferguson juga punya komentar sendiri mengenai gol pertama MU yang dilesakkan oleh Cristiano Ronaldo melalui sepakan penalti. Menurut Ferguson, timnya mendapat keuntungan, karena dari tayang ulang terlihat kalau kiper Spurs, Heurelho Gomes, telah lebih dulu menguasai bola, sebelum bertubrukan dengan Michael Carrick.

“(Gol) itu adalah sedikit keberuntungan. Sepakbola adalah permainan yang lucu. Pekan lalu kami tersingkir dari Piala FA karena tidak mendapatkan hadiah penalti,” tandas Ferguson.


Comeback Sensasional MU











Comeback Sensasional MU

Menchester United memperlihatkan mental sebagai tim besar. Tertinggal dua gol di babak pertama, sang juara bertahan menggila sehabis turun minum dengan menggilas Tottenham Hotspur 5-3 (0-2) di Old Trafford, Sabtu (26/4). Kemenangan sensasional itu membawa kembali MU mengambil alih tampuk pimpinan Liga Premier dari Liverpool.

MU yang masih menyisakan satu tabungan laga unggul tiga poin dari Liverpool yang telah bemain 34 kali. Dua gol Spurs yang sempat membungkam publik MU dibukukan Darren Bent dan Luka Modric. Amuk The Red Devils di paro kedua ditandai dua gol masing-masing dari Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney, sebelum ditutup Dimitar Berbatov.

Keberhasilan Liverpool menggulung Hull City guna mengakuisisi posisi pertama di klasemen tekanan ada di MU. Sir Alex Ferguson mengambil keputusan menunda pencapaian Ryan Giggs untuk tampil 800 kali. Spurs memburu kemenangan pertamanya di Old Trafford selama 20 tahun. Mereka mendapat suntikan moral dengan bermainnya skipper reguler Ledley King.

Kick-off babak pertama bergulir permainan berlangsung hidup. Spurs yang bersemangat mengincar jatah ke Liga Eropa memiliki kesempatan pertama mencetak gol. Digit menunjukkan delapan menit sundulan Bent di tiang jauh bisa ditepis Edwin van der Sar.

Penampilan MU hati-hati dan nampak tertekan. Situasi yang dimanfaatkan King dkk mengembangkan permainan. Hasilnya di menit ke-29, berawal dari umpan silang Vedran Corluka di sisi kiri pertahanan MU, Bent merobek gawang MU. Kegagalan Rio Ferdinand dalam duel bola udara membuat Bent bebas menghempaskan bola keras dari jarak dekat. Gol ke-17 dari Bent di musim ini.

Publik Theater of Dreams semakin terhenyak saat dua menit kemudian gawang Van der Sar jebol untuk kedua kalinya. Kegagalan Patrice Evra meredam akselerasi dengan bola dari Aaron Lennon diteruskan umpan silan. Modric kosong tanpa pengawalan di tiang jauh. Tenang saja Modric mengontrol bola dengan dada, sebelum melepaskan tembakan half-volley.

Sebelum babak pertama usai gawang Heurelho Gomes mampu menepis tendangan lob kejutan dari Ronaldo yang memanfaatkan bola pantul tendangan bebasnya yang membentur pagar hidup. Ferguson langsung mengambil inisiatif memasukkan Carlos Tevez untuk menggantikan Nani di masa rehat.

Tambahan Tevez membuat lini belakang Spurs yang solid dikawal King dan Jonathan Woodgate kehilangan konsentrasi. Tevez yang diprediksi akan meninggalkan MU musim depan memiliki peluang tapi tendangannya pas ke arah Gomes ketika berada dalam situasi satu lawan satu.

Titik balik itu terjadi di menit ke-57. Michael Carrick yang menyongsong umpan terobosan Ronaldo dijatuhkan Gomes. Tangan wasit Howard Webb menunjuk titik putih dan eksekusi mulus diemban Ronaldo. Gol tersebut melecut semangat bertanding tuan rumah. Menit ke-67 skor imbang 2-2 melalui sepakan Rooney. Gol yang diawali serangan dari Berbatov dan Tevez.

Satu menit kemudian MU ganti memimpin melalui sundulan sambil menjatuhkan tubuh (diving header) meneruskan umpan silang Rooney. Selebrasi emosional buat CR7 yang membuatnya diganjar kartu kuning.

MU makin percaya diri menekan. Menit ke-71 Rooney membukukan gol keduanya yang gantian mendapat pelayanan dari Ronaldo. Bola yang coba dihalau Woodgate telah melewati garis gawang. MU semakin mantap mendulang poin penuh melalui gol kelima yang dijaringkan mantan bintang Spurs, Berbatov.

Dari umpan Rooney di rusuk kanan, sundulan Berbatov bisa diblok Gomes. Kegagalan pertahanan Spurs menyapu bola rebound dicocor Berbatov. Kemenangan tersebut membuat MU makin mendekati gelar juara ke-18 kalinya.

Susunan pemain:

Man Utd: Van der Sar; Rafael Da Silva (O'Shea 70), Ferdinand, Vidic, Evra; Carrick, Fletcher (Scholes 61 (kk)), Nani (Tevez 46 (kk)), Ronaldo (kk); Berbatov, Rooney.

Spurs: Gomes (kk); Corluka, Woodgate (kk), King, Assou-Ekotto; Lennon, Palacios, Jenas (kk), Modric (Bale 86); Keane (Huddlestone 87), Bent.

Wasit: Howard Webb.

Berbatov, Seburuk Itukah?


Berbatov, Seburuk Itukah?

Pemalas, tidak profesional, pemancing emosi, Juan Sebastian Veron jilid kedua dan bahkan tak pantas membersihkan sepatu Eric Cantona. Seburuk itukah Dimitar Berbatov?

Berbatov harus menerima menjadi pesakitan menyusul kegagalannya mengeksekusi penalti yang berujung kegagalan MU melangkah ke final Piala FA. Meski di saat bersamaan Rio Ferdinand juga gagal menjalankan tugasnya, Berba dituding jadi penyebab utama kekalahan karena cara dia menendang bola yang seperti malas-malasan.

Jadi jangan salahkan fans MU jika kalimat-kalimat kasar seperti di atas kemudian banyak bermunculan di forum klub tersebut. MUTV usai jalannya pertandingan juga banyak menerima telepon yang pada intinya menyuarakan rasa sebal pada striker yang didatangkan dari Tottenham Hotspur itu.

Tapi apakah benar Berbatov seburuk yang sering dikatakan banyak pihak, dan terutama bahwa dia adalah pemalas? Faktanya, striker Bulgaria itu ternyata tak terlalu buruk, meski apa yang diberikannya buat "Setan Merah" juga tak bagus-bagus amat.

Sejauh ini Berbatov tercatat bertanggung jawab mengkreasikan enam gol yang dilesakkan MU di Premiership. Cuma Frank Lampard, Robin van Persie, Steed Malbranque (Sunderland) yang punya jumlah assist sama dengannya. Sementara dari 13 gol yang sudah dia sumbangkan di semua ajang, empat di antaranya merupakan gol yang kemudian menjadi penentu kemenangan.

Untuk ukuran striker, Berbatov terbilang kurang mematikan. Itu bisa dilihat dari delapan gol yang baru dibuat di Liga Inggris sepanjang musim ini, kalah jauh atas Nicolas Anelka dan bahkan Cristiano Ronaldo yang berdiri di puncak klasemen topskorer dengan 15 gol.

Tapi dari jumlah delapan gol tersebut cuma satu yang bisa dia lesakkan ke tim penghuni posisi enam besar. Itu terjadi saat The Red Devils menghajar Chelsea 3-0 pada Januari lalu.

Lalu bagaimana dengan performanya bersama Wayne Rooney di lini depan MU? Hingga kini Rooney dan Berbatov tercatat sudah dijadikan starter di 20 pertandingan.

Berapa gol yang datang dari kobinasi tersebut? Satu (!). Berbatov sempat membuat satu gol hasil umpan Rooney, namun dari total 17 gol yang dilesakkan Rooney di berbagai ajang tak satupun datang dari Berbatov. Demikian diberitakan Timesonline.

Statistik lain yang cukup mencengangkan datang dari laga MU kontra Sunderland Desember waktu lalu. Dari total 551 umpan yang dibuat sesama pemain "Setan Merah", cuma empat kali yang tercatat terjadi antara Rooney-Berbatov atau sebaliknya.

Fergie, seperti telah diberitakan sebelumnya, telah melontarkan pembelaan buat pemainnya itu. Namun hal itu sepertinya belum cukup untuk mengobati luka fans MU yang peluangnya meraih Quituple hilang begitu saja.

"Setengah dari orang-orang mungkin menyukai saya, setengah yang lain mungkin tidak. Tapi sepanjang hidup saya, ada ekspektasi tinggi yang saya miliki untuk bisa berusaha membuat mereka yang tidak percaya (pada saya) menjadi percaya," ungkap Berbatov pada Januari lalu saat menyanggah kalau dirinya dikatakan pemalas.

Jadi, seburuk itukah Berbatov?

Berbatov Sesali Bikin Kecewa MU


Berbatov Sesali Bikin Kecewa MU

Dimitar Berbatov merasa bersalah atas tersingkirnya Manchester United di Piala FA. Namun striker Bulgaria tak ingin larut menyesalinya dan memilih fokus ke laga selanjutnya.

Peluang MU untuk merebut lima gelar (Quintuple) di musim ini akhirnya kandas di Wembley. 'Setan Merah' akhirnya menyerah 2-4 dari Everton dalam drama adu penalti setelah laga semifinal Piala FA tersebut berakhir imbang tanpa gol.

Tim Cahill gagal mencetak gol dari titik penalti di awal. Namun kiper The Toffes Tim Howard sukses memblok dua tendangan dari pemain MU yaitu Berbatov dan Rio Ferdinand sehingga membuat Everton berhak lolos ke semifinal.

"Saya sudah melihat kiper dan di saat terakhir dia mengambil angle yang saya ingin arahkan, jadi dia dapat menyelamatkan gawangnya," ungkap Berbatov yang baru masuk saat perpanjangan waktu, seperti dilansir Sky Sport.

"Ini selalu sangat sulit ketika Anda kalah, khususnya saat Anda gagal penalti dan membuat tim Anda kecewa. Namun itu mengapa kami harus profesional dan kami harus dapat maju terus," ungkapnya.

MU kini sedang bersiap menghadapi Portsmouth di lanjutan Premier League, Rabu (22/4/2009). Berbatov pun sudah tidak sabar untuk menghadapi laga tersebut setelah dia merasa bersalah dengan kegagalan mereka di Piala FA.

"Tentu saja, kekalahan ini sangat melukai kami. Namun semua sudah kami lupakan dan kami akan berkonsentrasi di Liga Champions dan juga Premier League," kata striker internasional Bulgaria ini.

Fergie: Wembley Tak Cocok Buat Bintang MU


Fergie: Wembley Tak Cocok Buat Bintang MU

Manchester - Keluhan Arsene Wenger soal rumput Stadion Wembley bukan cuma dalih kekalahan dari Chelsea. Usai ditundukkan Everton, Alex Ferguson juga menyebut kondisi permukaan stadion tak cocok dengan bintang-bintang Manchester United.

Usai ditundukkan Chelsea 1-2 akhir pekan kemarin, Wenger mengeluhkan kondisi lapangan Wembley yang dinilainya sangat buruk. Pelatih asal Prancis itu malah menyebut rumput stadion keramat publik Inggris itu sebagai menyedihkan.

Wenger ternyata tak sendiri menjadi pihak yang dirugikan dengan buruknya rumput Wembley. Setelah menelan kekalahan melalui adu penalti saat menghadapi Everton, Fergie juga melontarkan ketidakpuasannya pada lapangan yang digunakan untuk menggelar laga semifinal tersebut.

Kalau dalam laga tersebut Fergie memutuskan untuk tidak menurunkan banyak pemain utamanya, itu disebutnya karena buruknya kondisi lapangan. Pelatih asal Skotlandia itu tak mau pemainnya menjadi korban cedera hanya karena permukaan lapangan yang sangat tidak memadai.

"Kami sudah memilih tim setelah pertandingan hari Rabu menghadapi Porto (Liga Champions), tapi setelah melihat kondisi lapangan kemarin, saya tak ingin melalui masa perpanjangan waktu dengan menurunkan skuad terkuat. Saya tak mungkin melakukan itu karena akibat buruk yang mungkin muncul," ungkap Fergie seperti diberitakan Dailymail.

"Melihat kondisinya, itu seperti lapangan mati dan hari ini masih belum berubah. Itu terlihat seperti spon dan mati, dan sangat sulit mengalirkan bola dengan cepat. Anda berpikir kalau cahaya akan membantu perkembangan dan kualitas lapangan, tapi buat saya itu tetap saja mati. Anda tak bisa mengambil risiko dengan hal itu," sambung dia.

Bukan cuma Fergie dan Wenger yang memprotes kondisi lapangan karena dari kubu pemenang juga muncul suara senada. David Moyes dalam pernyataannya juga menyebut kalau permukaan lapangan yang buruk membuat permainan berjalan lambat. Dia malah meminta tanah di bawah permukaan rumput diganti untuk memberikan memperbaiki kondisi permukaan.

"Sulit untuk dijelaskan. Lapangannya seperti spon, tak ada kecepatan, dan semuanya menjadi lambat. Kondisinya seperti sebuah lapangan yang tanahnya harus diangkat (dan diganti)," timpal manajer Everton itu.

CR7: Kritik Fergie Adalah Pelajaran


CR7: Kritik Fergie Adalah Pelajaran

Cristiano Ronaldo pernah dikritik Sir Alex Ferguson lantaran terlalu manja dan gampang kehilangan bola. Menanggapi hal itu, Ronaldo menyebutnya sebagai sebuah pelajaran.

"Dia selalu merasa dia tak mendapat perlindungan dari wasit dan saya pikir mungkin dalam beberapa kasus dia benar, dan di kasus lainnya dia keliru," ujar Fergie dalam krtiknya itu.

Manajer asal Skotlandia itu berkomentar setelah Ronaldo kehilangan bola dalam pertandingan melawan FC Porto di old Trafford pekan lalu. Akibat kecerobohannya itu, gawang MU akhirnya kebobolan.

"Tidak, saya tak terima kalau dia memberikan gol (kepada lawan) karena (level) pemain sepertinya, saya membicarakan itu dengannya. Saya tak menerima itu dari siapa pun," tukas Fergie.

Sebagai "hukuman", Ronaldo kemudian memulai pertandingan melawan Sunderland akhir pekan lalu dari bangku cadangan. Winger asal Portugal itu akhirnya baru dimainkan Fergie pada pertengahan babak kedua.

Bagaimana tanggapan Ronaldo akan teguran dari sang bos? "Itu bukan masalah. Saya selalu menghormati manajer dan pelatih karena saya selalu ingin belajar. Jika dia mengatakan demikian, itu karena dia berpikir hal itu benar," tandasnya kepada Sky Sports.

"Tetapi saya pikir saya telah bermain dengan baik dan mencetak beberapa gol penting."

Pemain berusia 24 tahun ini juga mengatakan bahwa kemenangan atas Porto tengah pekan ini telah membuat peluang MU meraih quintuple winners tetap terjaga. Selanjutnya, The Red Devils akan diuji di semifinal Piala FA dengan menghadapi Everton akhir pekan ini.

"Kami memiliki kesempatan untuk memenangi apa pun dan kami percaya kami bisa melakukannya," demikian dia.

Jelang MU vs Everton: Rooney Siap Disoraki

Jelang MU vs Everton: Rooney Siap Disoraki

Bukan rahasia apabila fans Everton membenci Wayne Rooney ketika ia memutuskan hengkang ke Manchester United. Rooney sendiri mengaku siap jika pada laga Piala FA nanti, fans The Toffees menghujaninya dengan caci-maki.

Rooney hijrah ke MU pada pertengahan tahun 2004, usai dirinya tampil gemilang di Piala Eropa 2004. Hal ini mengecewakan fans Everton lantaran pemain berusia 23 tahun itu pernah berjanji: "once a blue always a blue" atau "sekali biru, selamanya biru".

Pemain bernomor punggung 10 itu sendiri mengaku bahwa Everton masih memiliki tempat di hatinya. Meskipun demikian, ia tetap akan menjunjung profesionalitasnya dalam laga di Wembley, Minggu (17/4/2009), nanti.

Satu hal lagi, suami dari Colleen ini juga sudah siap jika harus disoraki oleh fans Everton.

"Segala hal yang menimpa saya membuat saya ingin melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun, hal itu sudah tak terlalu mengganggu lagi sekarang karena setiap melawan Everton saya sudah bisa menduganya," ujarnya seperti dilansir The Sun.

"Agak sedikit terasa aneh bertanding melawan Everton karena mereka adalah klub yang saya dukung dari kecil dan kemudian saya pernah bermain untuk mereka."

Tur MU ke Jakarta: Tiket Premium, Fasilitas Premium

Tur MU ke Jakarta: Tiket Premium, Fasilitas Premium

Harga tiket untuk menyaksikan pertandingan Indonesia All Star melawan Manchester United di Jakarta dipastikan tidak murah. Namun harganya sebanding dengan fasilitas yang didapat.

Harga tiket pertandingan yang sedianya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, 20 Juli 2009, akan dilepas mulai dari yang termurah seharga Rp 100 ribu untuk kelas III hingga termahal Rp 3,5 juta untuk kelas VVIP.

Meski terhitung tidak murah untuk publik Indonesia, Herman Ago sebagai Koordinator Komersial Organizing Comittee mengatakan bahwa pemegang tiket kelas VVIP dan VIP akan mendapat fasilitas lebih.

"Yang tiketnya mahal tidak cuma menikmati pertandingannya. Pertandingan itu cuma 10 persennya saja. Yang utama nanti adalah ambience dan atmosfernya," ujar Herman kepada detiksport, Jumat (17/4/2009).

Total ada 72.800 lembar tiket yang akan dijual ke publik dengan outlet penjualan yang belum diumumkan. Akan disediakan 500 tiket kelas VVIP dan 6.800 lembar tiket kelas VIP Barat dan Timur.

"Para pemegang tiket VVIP dan VVIP dapat menikmati fasilitas seperti fun fest di luar stadion, menyaksikan latihan dan berfoto bareng pemain MU. Memiliki tiket VVIP dan VIP berarti bisa mendapat satu paket yang menarik," papar Herman lagi.

"Latihan MU itu kan jam 2-3 (siang). Jadi sembari menantikan Wayne Rooney dkk berlatih, sebelum itu disediakan acara-acara menarik di luar stadion," katanya separuh berpromosi.

Herman mengklaim agenda MU di Jakarta selama dua hari, yakni tanggal 19-20 Juli, akan menjadi memorable dan unforgetable moment. Dengan harga tiket yang lumayan itu, penyelenggara memastikan akan memberikan layanan terbaik.

"Nanti seluruh kompleks GBK itu kita blok. Tidak ada mobil yang parkir di dalam stadion. Semua parkir di parkir timur dan yang akan masuk ke stadion, kita akan sediakan shuttle bus," tukas mantan presenter olahraga ini.

"Pokoknya dengan harga premium, kita akan sediakan fasilitas yang juga premium," janji Herman.

Kelas dan harga tiket:
VVIP: Rp 3,5 juta (500 lembar)
VIP Barat: Rp 1 juta (3800)
VIP Timur: Rp 1 juta (3000)
Kelas I: Rp 400.000 (20.500)
Kelas II: Rp 250.000 (14.000)
Kelas III: Rp 100.000 (31.000)

Ronaldo Pede MU Bisa 'Sapu Bersih'

Ronaldo Pede MU Bisa 'Sapu Bersih'

Manchester - Majunya Manchester United ke semifinal Liga Champions bukan hanya bikin mereka memelihara asa meraih lima gelar musim ini, tapi 'Setan Merah' niscaya juga kian percaya bisa mewujudkannya.

Dengan menyisihkan FC Porto, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB, MU memastikan satu tempat di empat besar untuk menghadapi seteru lamanya di Liga Primer, Arsenal.

Sebelum itu, MU juga sudah harus menghadapi semifinal lainnya di ajang Piala FA, kontra Everton akhir pekan ini. Kemenangan akan membawa mereka ke final untuk melawan Arsenal atau Chelsea.

Sementara di Liga Primer, MU sementara masih memuncaki klasemen dengan raihan angka 71, dengan menyisakan tujuh partai lagi. Mereka dibuntuti Liverpool yang tertinggal satu angka, tapi sudah memainkan 32 dari 38 laga total.

Jika ketiga gelar tersebut bisa direngkuh, maka akan lengkaplah lima gelar untuk Red Devils musim ini setelah sebelumnya mereka jadi jawara di Piala Dunia Antarklub dan Piala Carling.

Untuk misi Quintuple ini, Ronaldo yang tampil jadi bintang kemenangan dalam laga lawan Porto, percaya MU bisa memenuhinya. "Kami punya peluang untuk memenangi semuanya dan kami sangat percaya diri kami mampu."

"Kami tak bermain luar biasa dalam lima atau enam laga terakhir, tapi kami mengharapkan partai berikutnya akan lebih baik karena apa yang sudah kami lakukan kemarin malam (lawan Porto)," lugas Ronaldo di The Sun.

MU Ditantang Indonesia All Star

MU Ditantang Indonesia All Star

Terkuak sudah siapa calon lawan Manchester United saat melawat ke Jakarta Juli nanti. Adalah Indonesia All Star yang akan meladeni Cristiano Ronaldo dkk di Senayan.

Itu yang disampaikan oleh Koordinator Komersial Organizing Comitte Indonesia Herman Ago. Dikatakan Ago, nantinya bintang-bintang lokal yang bermain di Indonesian Super League (ISL) minus legiun asing, akan dipilih lewat metode polling SMS.

"Metode ini kami lakukan biar masyarakat memilih yang paling terbaik untuk tim Indonesia yang akan melawan MU nanti," terang Ago ketika ditemui detiksport di kantornya, Senayan, Kamis(16/4/2009) sore WIB.

Ago menambahkan bahwa pihaknya memang dari awal belum menentukan lawan untuk The Red Devils nanti. Ini berkebalikan dengan pernyataan PSSI yang ingin Bambang Pamungkas cs turun pada 20 Juli nanti. "Dari awal kami memang tidak menyebut nama timnas PSSI untuk laga nanti."

Untuk konsep pollingnya seperti apa nantinya, dikatakan Ago pihaknya sekarang sedang merapatkan hal tersebut dan dalam waktu dekat ini, akan segera dipresentasikan ke publik.

"Kami sedang membicarakan mekanisme pollingnya. Insya Allah dalam dua atau tiga hari selesai. Jadi minggu depan bisa kami adakan jumpa persnya," ungkap Ago.

Mengenai berubahnya jadwal bertanding MU di Jakarta, dari awalnya tanggal 24 Juli menjadi 20 Juli dijelaskan karena pihak MU mengubah rute tur Asia mereka.

"Awalnya kan MU ke Korea Selatan, China, Jakarta dan Malaysia. Kali ini sebaliknya Malaysia-Jakarta-Cina-Korea," ujarnya.

Terakhir Ago mengungkapkan sesuatu yang dapat memanjakan para penggemar MU di tanah air. Peserta polling tersebut akan diundi untuk dapat memenangi hadiah seperti meet and greet dengan para punggawa MU, menonton sesi latihan dan tiket VIP di stadion.

MU Datang ke Jakarta Lebih Cepat

MU Datang ke Jakarta Lebih Cepat

Kedatangan Manchester United ke Jakarta lebih cepat dari jadwal sebelumnya. 'Setan Merah' dikabarkan akan tiba di Jakarta pada tanggal 18 Juli 2009.

Alhasil pertandingan persahabatan MU di Jakarta pun mengalami kemajuan jadwal. Jika sebelumnya mereka dijadawalkan akan bertanding pada 24 Juli, kini jadwalnya berubah menjadi pada tanggal 20 Juli.

"Pernmintaan dari MU pertandingan akan dimajukan tangal 20 Juli 2009. Perubhan ini merupakan pertama ini merupakan permintaan dari mereka dan kami hanya menjalankan saja," ujar Koordinator Komersial Organizing Committee asal Indonesia, Herman Ago.

Herman juga memberitahukan bahwa The Red Devils juga tak jadi melawan timnas Indonesia. Sebagai gantinya, mereka akan ditandingkan dengan ISL Selection yang pemain-pemainnya bakal dipilih berdasarkan polling lewat SMS.

Polling SMS tersebut aklan dilakukan sampai tanggal 10 Juli 2009. Sementara siapa pelatih yang akan memimpin ISL Selection, Herman menyerahkannya kepada PSSI.

"Pelatih akan kami serahkan pada PSSI. Polling ini hanya untuk komposisi pemain."

Fergie Tak Sabar Tunggu Arsenal

Fergie Tak Sabar Tunggu Arsenal

Perang saudara antara dua tim Inggris terjadi di salah satu partai semifinal Liga Champions antara Manchester United dan Arsenal. Sir Alex Ferguson pun sudah tak sabar.

MU akan menantang Arsenal setelah mengungguli FC Porto 1-0 di laga kedua perempatfinal, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB. Sedangkan Arsenal menumpas Villarreal 3-0 di kandang sendiri.

Kedua tim jelas sudah hafal dengan kondisi calon lawan masing-masing luar-dalam karena sudah terlalu sering berjumpa di Liga Inggris. Ferguson pun memprediksi pertemuan keduanya akan berat.

"Akan sulit, siapapun yang akan kami hadapi. Namun fakta bahwa Arsenal sama-sama datang dari Inggris memberikan bumbu yang sedikit berbeda," komentar manajer MU itu seperti dikutip AFP.

Bila pertemuan mereka digelar di paruh pertama musim, barangkali MU akan mudah dipastikan unggul. Namun mengingat dua partai semifinal ini bakal dihelat pada 29 April dan 5 Mei, maka situasi jelas berbeda.

Terseok di awal musim, Arsenal belakangan sedang ganas-ganasnya. Kebalikannya, MU yang panas di paruh pertama, kini justru sedang menurun meski hal itu tidak sampai membuat mereka kehilangan pesonanya.

"Permainan kami di awal musim sangat fantastis. Itulah cara bagaimana seharusnya sepakbola dimainkan," tukas Fergie.

"Kami berdua adalah dua klub sepakbola hebat. Maka, ini akan jadi semifinal yang hebat dan kami sangat menanti-nantikannya," tegas manajer veteran asal Skotlandia itu.

Man.Utd

Dominasi 'Tim Merah'

Dalam sepuluh musim terakhir, juara Liga Champions didominasi oleh klub-klub yang memiliki nuansa "merah". Mungkinkah hal yang sama terjadi juga musim ini?

Melihat empat tim yang melaju ke semifinal musim ini, tiga di antaranya bernuansa "merah". Yang pertama adalah Manchester United yang memiliki kostum utama berwarna merah dan memiliki julukan 'Setan Merah', lalu selanjutnya adalah Arsenal yang juga mempunyai jersey dengan dominasi warna merah.

Sedangkan satu tim lainnya adalah Barcelona. Namun, tim asal Catalan ini memang tak sepenuhnya merah lantaran juga memiliki warna biru pada kostumnya.

Tim lainnya yang lolos ke semifinal, Chelsea, jelas tak memiliki nuansa merah. Pasukan Guus Hiddink ini memiliki julukan The Blues dan mereka sepenuhnya biru. Bisa dibilang mereka dikeroyok oleh tim lainnya pada semifinal musim ini.

Dalam 10 musim terakhir hanya ada dua tim yang tak bernuansa merah yang bisa menjadi juara Liga Champions. Mereka adalah 'Si Putih' Real Madrid pada musim 1999/2000 dan 2001/2002, sedangkan satunya lagi adalah FC Porto yang memiliki kostum utama dengan dominasi warna biru pada musim 2003/2004.

Selebihnya yang menjadi juara adalah MU, AC Milan (berjulukkan Rossoneri atau 'Merah-Hitam'), Liverpool (berjulukkan The Reds atau 'Si Merah'), dan Bayern Munich (memiliki kostum utama dengan dominasi warna merah).

Jadi apakah ini pertanda Liga Champions musim ini akan kembali dimenangi oleh tim dengan balutan warna merah? Hmm, nanti dulu. Pasalnya Chelsea melaju ke semifinal dengan mengalahkan Liverpool, jadi bisa dibilang mereka berpengalaman dalam mengalahkan tim bernuansa merah.

Daftar Juara 10 Musim Terakhir
1998/99 Manchester United
1999/00 Real Madrid
2000/01 Bayern Munich
2001/02 Real Madrid
2002/03 AC Milan
2003/04 FC Porto
2004/05 Liverpool
2005/06 Barcelona
2006/07 AC Milan
2007/08 Manchester United

Foto: MU ketika keluar sebagai juara musim lalu dengan mengalahkan Chelsea lewat adu penalti (AFP/Michael Steele).

Man.Utd

Tak Ada All English Final

Tiga klub Inggris menguasai empat spot semifinal Liga Champions dan menyisakan Barcelona sebagai satu-satunya wakil non-Inggris. Tetapi, All English Final diramal tak terjadi.

Itulah kesimpulan dari penelusuran di sejumlah rumah taruhan Eropa. Rupanya, kans untuk melihat Arsenal atau Manchester United menantang Chelsea di partai final tidak terlalu prospektif.

Partai final impian versi rumah-rumah judi adalah antara MU melawan Barcelona. Baru kemudian di bawahnya partai MU kontra Chelsea. Sementara, final antara Chelsea berjumpa Arsenal adalah probabilitas terkecil.

Berikut adalah daftar unggulan kombinasi partai final Liga Champions:

Bwin
Manchester Utd vs Barcelona 2.45
Chelsea vs Manchester Utd 3.40
Arsenal vs Barcelona 3.65
Arsenal vs Chelsea 5.00

Eurobet
Man Utd vs Barcelona 2.62
Arsenal vs Barcelona 3.40
Man Utd vs Chelsea 3.75
Arsenal vs Chelsea 5.00

Bet365
Barcelona vs Man Utd 8/5
Chelsea vs Man Utd 27/10
Barcelona vs Arsenal 29/10
Chelsea vs Arsenal 9/2

Barca Tetap Favorit
Meski dikeroyok oleh tiga tim Inggris, Barcelona justru menjadi unggulan teratas untuk keluar sebagai juara. Performa memikat yang diperlihatkan Lionel Messi dkk masih menyihir seantero Eropa.

MU yang sebetulnya kurang meyakinkan tatkala menyisihkan FC Porto, tampil sebagai favorit kedua. Chelsea yang dengan dramatis mengandaskan Liverpool menyusul di tempat berikutnya.

Bwin
Barcelona 2.65
Manchester Utd 3.15
Chelsea 4.75
Arsenal 5.75

Eurobet
Barcelona 2.75
Man United 3.20
Chelsea 4.50
Arsenal 5.00

Ladbrokes
Barcelona 6/4
Man United 9/4
Chelsea 7/2
Arsenal 4

William Hill
Barcelona 7/4
Man United 9/4
Chelsea 7/2
Arsenal 7/2

Man.Utd

Asa Merebut Lima Juara Terbuka

Kepastian Manchester United melaju ke semifinal Liga Champions membuat peluang mereka untuk merebut lima gelar juara pada musim ini sangat terbuka.

Pertengahan Maret silam, manajer Sir Alex Ferguson memilih menepikan wacana tentang merebut quintuple di musim ini. "Hal tentang piala sepakbola adalah, Anda harus menjadi yang terbaik dan juga butuh banyak keberuntungan. Dan saya pikir, untuk menguasai semua pertandingan adalah permintaan yang terlalu banyak," demikian ungkap Sir Alex ketika itu.

Saat itu, MU baru memenangi dua gelar yakni juara dunia antarklub yang diraih pada Desember 2008 dan juga Piala Liga yang direngkuh pada awal Maret. Ucapan Sir Alex terlontar usai The Red Devils dibekap Liverpool 1-4 di ajang Liga Primer.

Setelah wacana quintuple sementara ditepikan, MU perlahan kembali ke jalur juara. Meski sempat kalah dari Fulham, MU kemudian mencatat dua kemenangan di Liga Inggris.

Hasil itu disempurnakan dengan kesuksesan Cristiano Ronaldo cs melaku ke semifinal Liga Champions musim ini dengan menjegal langkah FC Porto. Kepastian itu didapat usai membekuk klub Portugal itu 1-0 dalam laga leg kedua yang berlangsung Kamis (16/3/2009) dinihari WIB. Kemenangan yang membawa MU melaju ke empat besar dengan agregat 3-2.

Kesempatan untuk merebut tiga gelar tersisa untuk memastikan quintuple pun menjadi terbuka. Di ajang Liga Primer MU kini masih memimpin klasemen sementara dengan poin 71, unggul satu poin dan memiliki sisa satu pertandingan lebih banyak dibanding peringkat kedua Liverpool. Sementara di Piala FA, 'Setan Merah' sudah berada di semifinal.

M.U


Ferdinand Bikin Beda

Untuk pertama kalinya dalam lima pertandingan terakhir, gawang Manchester United tidak kebobolan. Menurut Sir Alex Ferguson, semua karena Rio Ferdinand sudah kembali.

Ferdinand absen setelah MU mengalami kekalahan 0-2 dari Fulham pada 21 Maret silam, satu pekan usai dikalahkan Liverpool 1-4. Setelah dua laga itu, gawang Edwin Van der Sar tak pernah absen dari kemasukan gol.

Ketika bek internasional Inggris itu menghilang, palang pintu pertahanan 'Setan Merah' diserahkan kepada Nemanja Vidic yang bergantian ditemani oleh John O'Shea dan Jonny Evans. O'Shea dan Evans memang tak jelek, tetapi hasil yang diraih tak sebagus ketika Ferdinand hadir.

Bek berusia 30 tahun itu akhirnya merumput lagi pada laga melawan FC Porto, Kamis (1/4/2009) dinihari WIB. Dan hasilnya, gawang MU akhirnya clean sheet. The Red Devils sukses pulang dari "sarang naga" dengan kemenangan 1-0.

"Kami mendapatkan tantangan, kami melewati sebuah pertarungan dengan datang ke sini dan meraih kemenangan. Tapi ada beberapa perbedaan dari pertandingan pekan lalu. Kembalinya Ferdinand memberikan kami fondasi yang telah menjadi bagaian terpenting dari sukses kami musim ini," ujar Sir Alex seperti dilansir Reuters.

"Dalam beberapa pekan terakhir, kami kebobolan banyak gol dan kami harus segera kembali ke titik yang telah mengantarkan kami sampai di sini, ke performa kami yang sebelumnya, bukannya membiarkan gol-gol bersarang."

"Itu benar-benar memberikan perbedaan, terutama ketika Anda berada di bagian akhir dari sebuah musim," tukasnya.

MU lolos ke babak semifinal dengan agregat 3-2. Di babak selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan Arsenal yang musim ini pernah mengalahkan mereka dengan skor 2-1 di Premier League.

CR7


Ronaldo Tak Sabar Lihat Golnya Sendiri

Sir Alex Ferguson menyebutnya luar biasa, situs UEFA mendeskripsikan sebagai magic. Soal gol spektakulernya ke gawang Porto, Cristiano Ronaldo cuma tak sabar mau melihat tayangan ulangnya.

Soal kebisaan membuat gol-gol yang tidak biasa, Ronaldo sudah beberapa kali melakukannya. Baik melalui eksekusi bola mati tendangan bebas, maupun shooting-shooting jarak jauh yang kerap mengecoh dan membuat kiper lawan tak berdaya.

Dan dinihari tadi dia kembali membuat semua orang yang menyaksikan laga Manchester United kontra Porto terhenyak saat mencetak gol di menit keenam. Mendapat bola dari Anderson, pesepakbola terbaik dunia itu melepaskan tembakan keras dengan kaki kanan dari jarak 36,2 meter. Bola yang mengarah ke sisi kanan gawang tak sampai dijangkau kiper Helton yang sudah berusaha terbang.

"Anderson memberikan saya bola dan saat saya berbalik saya tahu kalau saya akan melepaskan tembakan. Saya memang bermaksud melakukannya," ungkap Ronaldo seperti diberitakan AFP.

Soal golnya yang dapat banyak pujian tersebut, pesepakbola 24 tahun itu juga mengakui kalau itu merupakan gol terbaik yang pernah dibuatnya. Dia sampai tak sabar untuk melihgat tayangan ulang gol tersebut di DVD.

"Itu gol terbaik yang pernah saya cetak. Itu tendangan fantastis dan saya tak sabar untuk melihatnya lagi di DVD. Saya sangat gembira bisa mencetak gol tersebut," pungkas Ronaldo.

Wenger Bicara Soal Semifinal Lawan MU


Wenger Bicara Soal Semifinal Lawan MU

Arsenal berhadapan dengan Manchester United di semifinal Liga Champions. Manajer 'The Gunners' Arsene Wenger menilai laga akan berjalan sengit karena mereka sama-sama suka menyerang.

MU memastikan langkah ke babak empat besar dengan menundukan Porto di leg II dan menang agregat 3-2. Sementara Arsenal melenggang dengan agregat 4-1 berkat kemenangan tiga gol tanpa balas pada pertemuan kedua kontra Villarreal.

Dipastikan, kedua tim Liga Primer Inggris itu akan saling bertemu di babak semifinal, di mana 'Setan Merah' menjadi tuan rumah pertemuan pertama di Old Trafford.

"Saya percaya kedua tim akan mempertontonkan partai yang sangat menarik. Kedua tim suka ke depan sehingga akan jadi semifinal yang menjanjikan. Kami siap dengan tantangan ini dan akan jadi sangat menarik," tegas Wenger di situs resmi Arsenal, Kamis (16/4/2009).

Sesama wakil Inggris, Arsenal tentu sudah tahu benar gaya MU. Meski begitu, si Profesor mengakui pertandingan nanti takkan berjalan dengan sedemikian gampang.

"Selalu sulit melawan tim Inggris karena kualitas mereka. Secara psikologis tidaklah sulit, tapi saat ini saya yakin kalau ingin melaju jauh maka Anda harus menghadapi tim Inggris pada suatu ketika," jelas dia.

Dalam fixture lawan MU di semifinal nanti, Arsenal kebagian jadi tuan rumah di pertemuan kedua. Menjalani returning leg di kandang sendiri biasanya jadi sebuah keuntungan, meski Wenger tak mau lupa diri.

"Tergantung dari hasil leg pertama. Kami selalu menjalani laga pertama untuk mencoba bikin gol, jadi marilah memainkan leg pertama dulu. Saya percaya jika Anda ingin menuntaskan permainan, selalu jadi keuntungan memainkan game di kandang sendiri."

"Secara statistik itu signifikan, mungkin 55 lawan 45, tapi di Inggris jadi kurang signifikan lagi karena kami saling mengetahui dengan baik," demikian Wenger.

Ronaldo, Pemuda Portugal Pembunuh 'Naga'


Ronaldo, Pemuda Portugal Pembunuh 'Naga'

Tim Inggris biasanya ngeri kala pergi ke Portugal untuk main di markas FC Porto. Adalah seorang pemuda Portugal sendiri yang mengakhiri keangkeran itu.

Belum pernah ada wakil Inggris yang bisa berjaya kala bermain di markas Porto. Di tempat yang sama, Manchester United pun tak kunjung bisa menang.

Tetapi itu dulu. Setelah 'Setan Merah' beserta Cristiano Ronaldo menyambangi Estadio Do Dragao, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB, ada catatan baru ditorehkan.

Ronaldo bukanlah pangeran yang datang untuk membasmi naga dan menyelamatkan sang putri dalam kisah-kisah dongeng. Tapi satu golnya di Dragao memang telah menyungkurkan 'Naga' --julukan Porto-- di sarangnya sendiri.

Pada menit keenam pertandingan, si Pemain Terbaik Dunia 2008 melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang Porto. Ada yang menuliskan dari jarak 27, 30 bahkan 36 meter, tapi hasilnya tetap sama: bola menghunjam deras ke gawang lawan tanpa bisa dihentikan.

Brilian, magis, dahsyat. Begitu media-media menggambarkan gol Ronaldo tersebut. Apapun deskripsinya, yang pasti gol itu sudah mengunci kemenangan 1-0 untuk MU di leg II dan membawa klub itu ke semifinal Liga Champions dengan agregat 3-2.

"Itu tembakan yang tak bisa dipercaya, fantastis, luar biasa," puji manajer MU Sir Alex Ferguson di Reuters.

Dengan satu gol tersebut MU mencatatkan diri sebagai tim Inggris pertama yang menang di kandang Porto, sekaligus mencatatkan kemenangan tandang perdana atas lawan yang sama.

Tersingkirnya Porto juga membuat wakil Portugal di Liga Champions kini habis. Itu semua karena Ronaldo, pemuda Portugal berusia 24 tahun yang memulai karir profesional bersama Sporting CP, klub rival berat FC Porto di kompetisi lokal.

"MU Kilapkan Catatan"


"MU Kilapkan Catatan"

Catatan positif ditajamkan oleh Manchester United dengan kemenangan 1-0 atas Porto berkat gol Cristiano Ronaldo. Rekor baru dibuat, yang lama pun ada yang tetap dijaga.

Sudah tiga kali MU bertandang ke markas Porto dalam kompetisi Eropa. Tiga kali pula mereka pulang tanpa kemenangan.

MU pernah ditelan habis oleh Porto setelah kalah 0-4 di Piala Winners tahun 1977. Dua dekade setelahnya, laga tandang MU cuma berbuah skor 0-0.

Lima tahun silam, kedua tim berhadapan lagi di babak 16 besar Liga Champions. Dalam laga tandangnya kali ini, MU kalah 1-2.

Akan tetapi sejarah baru ditorehkan 'Setan Merah' berbekal kemenangan di markas Porto, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB. Ini jadi kemenangan pertama MU di kandang Porto, sekaligus juga buat wakil-wakil Inggris lain.

Hasil tersebut bikin catatan MU dalam kunjungan melawan klub-klub Portugal kini menjadi empat kali menang, dua kalah dan sekali imbang, sebagaimana dikutip Eurosport.

Kemenangan yang dipetik di markas Porto sekaligus memanjangkan rekor tak terkalahkan MU di partai-partai Liga Champions yang kini sudah menjadi 23 laga.

Selain itu, AC Milan --yang tak berkompetisi di Liga Champions musim ini-- juga masih boleh berbangga diri. Kekalahan away terakhir MU di Liga Champions diderita dari 'Rossoneri' kala keduanya berjumpa di San Siro dua tahun silam, dengan skor 0-3.

Usai kekalahan tersebut, MU mencatat enam hasil imbang dan lima kemenangan tandang, termasuk di kandang Porto dinihari ini. Setelah Milan, MU juga baru tiga kali kebobolan lebih dari satu gol, yakni ketika melawan Dinamo Kiev (4-2), Aalborg (2-2) dan Porto (2-2).

Semifinal Liga Champion


Semifinal Liga Champions: "Lagi, Barca Dikeroyok Inggris"

Klub-klub Inggris kembali menunjukkan dominasinya di kancah Eropa. Di musim ini, untuk kedua kalinya berturut-turut Barcelona akan dikeroyok tiga tim Inggris di babak semifinal.

Manchester United dan Arsenal menjadi dua tim terakhir yang berhak atas tiket babak empat besar, setelah mengalahkan lawan-lawannya di hari terakhir babak perempatfinal, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB.

MU yang berstatus juara bertahan menang 1-0 atas tuan rumah FC Porto, yang membuat mereka unggul 3-2 secara agregat. Adapun Arsenal menundukkan Villarreal 3-0 di London dan lolos dengan skor keseluruhan 4-1.

Dua tim yang lebih dulu masuk semifinal adalah Chelsea dan Barcelona. Chelsea menghempaskan rival Inggrisnya, Liverpool, dengan total skor 7-5. Adapun Barca, yang bertemu Bayern Munich di babak perempatfinal, dominan dengan kemenangan 5-1.

Dengan demikian Barca menyempil di antara tiga klub Inggris di babak empat besar, sama seperti musim lalu. Ketika itu Lionel Messi dkk sama level dengan MU, Chelsea, dan Liverpool. Adalah MU yang menaklukkan mereka di semifinal dengan skor akhir 1-0. MU kemudian tampil sebagai juara.

Kembali ke dominasi Inggris, ini merupakan kali ketiga berturut-turut tiga wakil dari negeri penemu sepakbola moderen itu masuk semifinal. Sama seperti musim lalu, trio MU-Chelsea-Liverpool juga dominan di tahun 2006. Hanya saja, tidak satu pun dari mereka yang juara. Pemenangnya adalah AC Milan. Di final, klub Italia itu menang 2-1 atas The Reds.

Jadwal semifinal musim ini:

Barcelona vs Chelsea
Leg I 28 April, leg II 6 Mei

Manchester United v Arsenal
Leg I 29 April, leg II 5 Mei

Congrat M.U...!!!

"MU Melaju ke Semifinal"

Sebuah gol spektakuler dari Cristiano Ronaldo mengantar Manchester United mengalahkan FC Porto 1-0 (1-0) di Estadio do Dragao, Rabu (15/4) atau Kamis dinihari WIB. Gol cepat CR7 itu membuat The Red Devils melaju ke babak semifinal Liga Champions.

Keberhasilan MU menapaki peluang mencetak sejarah untuk mempertahankan trofi Liga Champions juga tidak terlepas dari solidnya lini pertahanan MU yang kembali diperkuat partner Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Untuk melaju ke partai final, MU akan berhadapan dengan sesama klub Inggris, Arsenal yang di laga satunya berhasil menjungkalkan Villarreal dengan skor agregat 4-1.

Membutuhkan gol tandang, MU keluar menyerang begitu kick-off babak pertama. Sir Alex Ferguson menerapkan formasi yang tak lazim, walau bukan yang pertama kali. Ronaldo ditempatkan sebagai ujung tombak, yang disokong Dimitar Berbatov dan Wayne Rooney.

Di lini tengah Anderson yang notabene mantan pemain Porto, bahu-membahu bersama Michael Carrick di lini tengah. Sementara Jesualdo Ferreira yang tidak diperkenankan menemani anak didiknya di bench, menurunkan formasi sama seperti pertemuan pertama.

Edwin van der Sar lebih dulu diganggu oleh tendangan bebas Hulk, namun MU unggul cepat. Masuk menit keenam, Ronaldo yang menguasai bola dari jarak yang begitu jauh melepaskan tembakan geledek akurat. Bola menggetarkan jala gawang tuan rumah tanpa bisa dijangkau Helton.

Tertinggal, Porto keluar menyerang. Di pertengahan 45 menit pertama Porto mulai mengambil alih serangan. Menit ke-20 tendangan bebas Bruno Alves masih di luar sasaran. Lima menit kemudian antisipasi Van der Sar menggagalkan tendangan akrobatik Lisandro. Sayang jenderal lapangan tengah sekaligus kapten tim mereka, Lucho Gonzalez mengalami cedera sehingga harus diganti Mariano Gonzalez. Fernando yang bermain gemilang di leg pertama tidak banyak berkutik.

Sedangkan MU mulai kembali ke ritme terbaik menjelang turun minum. Dua peluang dipetik tim tamu. Pertama sepakan voli Ryan Giggs memanfaatkan umpan silang Berbatov. Sayang arah bola pas kepada Helton. Sedangkan peluang emas di penghujung babak pertama gagl dimanfaatkan Vidic karena cocorannya berada di atas gawang.

Di menit pertama babak kedua giliran sepakan Berbatov yang dimentahkan Helton. Di saat guyuran hujan turun, tempo permainan meningkat. Menit ke-58 tendangan bebas Porto dari jarak yang menjanjikan tidak juga menghasilkan gol. Tembakan Hulk bisa dibaca Van der Sar. Serbuan giat dibangun Dragons namun pertahanan MU tampil tanpa kompromi.

Peluang terbaik tuan rumah baru dimiliki di menit ke-85. Lisandro yang menerima umpan tarik Mariano Gonzalez di sayap kanan tidak mampu diselesaikan sempurna. Sepakannya lemah dan tepat mengarah ke kiper gaek asal Belanda. Sedangkan beberapa detik sebelum wasit Massimo Busacca meniup peluit panjang, Ronaldo membuat Helton lintang pukang.

Susunan pemain:
FC Porto: Helton; Sapunaru (Costa 80), Rolando, Bruno Alves, Cissokho; Lucho Gonzalez (Mariano Gonzalez 31), Fernando, Raul Meireles; Lisandro, Rodriguez (Farias 64), Hulk.
Man Utd: Van der Sar; O'Shea, Ferdinand, Vidic (kk), Evra (kk); Giggs, Carrick, Anderson (Scholes 78); Rooney, Berbatov (Nani 68), Ronaldo.
Wasit: Massimo Busacca (Swiss).

Porto vs M.U


Jelang Porto vs MU: Mana Ketajamanmu, Ronaldo?

Porto - Musim lalu Cristiano Ronaldo mengila dengan raihan 42 golnya dalam semusim. Ia juga tampil sebagai top skorer Liga Champions dengan delapan gol. Lalu, ke manakah ketajaman itu musim ini?

Dengan 42 gol yang dilesakkannya itu, Ronaldo membantu MU merengkuh dua titel sekaligus: Premier League dan Liga Champions. Meski kesuksesan 'Setan Merah' adalah kontribusi dari seluruh tim, tapi tak bisa disangkal bahwa Ronaldo-lah yang berada di garis terdepan keberhasilan itu.

Namun, usai mengalami cedera di Euro 2008, winger asal Portugal ini tak berhasil tampil seganas musim lalu. Jika musim lalu di Premier League ia sukses melesakkan 31 gol dalam 34 laga, maka kali ini ia baru bisa menghasilkan 15 gol dalam 28 laga.

Yang paling kentara adalah di Liga Champions. Sejauh ini, dari delapan kali turun bertanding, ia baru melesakkan satu gol, yakni ke gawang Inter Milan pada babak perdelapanfinal lalu. Sebagai perbandingan, dari 12 laga yang dilakoninya musim lalu, ia bisa menghasilkan delapan gol dan muncul sebagai top skorer.

Dari catatan statistik yang dilansir oleh situs resmi UEFA, Ronaldo sudah menghasilkan 21 shots on goal selama 650 menit ia berlaga di Liga Champions. Namun hasilnya, ya baru satu gol itu.

MU mungkin amat menantikan ketajaman pemain berjuluk CR7 itu segera kembali. Apalagi pada fase perempatfinal, menghadapi FC Porto, ini The Red Devils butuh kemenangan untuk bisa lolos ke semifinal.

Sir Alex Ferguson selaku manajer paham betul dengan kondisi ini. Gaffer asal Skotlandia itu bersikap diplomatis dengan mengatakan bahwa sebuah tim tidaklah dijalankan hanya dengan seorang pemain.

"Ini bukan masalah satu orang saja. Dalam waktu seperti ini Anda butuh semua pemain maju ke depan," ujarnya seperti dilansir Daily Mail.

Menarik untuk ditunggu apakah Ronaldo mampu membawa MU lolos ke babak semifinal dengan menaklukkan 'Naga' (julukan Porto) di kandangnya.

Jelang M.U vs Fc Porto


Jelang Porto vs MU: Menciptakan Gol-gol di Sarang 'Naga'

Porto - Manchester United butuh kemenangan untuk bisa melewati hadangan FC Porto dan maju ke babak semifinal. Bagi Anderson, MU akan semakin aman apabila bisa menciptakan beberapa gol di kandang 'Si Naga'.

Hasil 2-2 yang didapat dalam pertandingan di Old Trafford pekan lalu jelas lebih menguntungkan Porto. Dos Dragoes hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol untuk bisa melaju ke babak semifinal.

Sebaliknya, MU justru harus meraih kemenangan. Pasukan Sir Alex Ferguson ini minimal harus menang dengan skor 1-0 untuk bisa lolos. Tapi ini bukan hal yang mudah, mengingat Porto tak pernah kalah di kandang sendiri kala berhadapan dengan tim Inggris.

"Porto jelas mampu menciptakan sebuah penampilan bagus lagi. Tapi kita semua juga tahu bahwa United juga harus bermain dengan baik, dan yang terpenting, mencetak beberapa gol," ujar Anderson di situs resmi klub. "Itulah objektif kami dan kami percaya diri bisa melakukannya."

"Kami memang tak bermain dalam performa terbaik kami dalam beberapa pertandingan terakhir. Tapi kami harus menampilkan rasa percaya diri dalam pertandingan ini dan kami harus menang."

Anderson yang sebelum bergabung dengan MU merupakan pemain Porto menyebut bahwa banyaknya pemain Amerika Latin telah memberikan perbedaan kepada raksasa Portugal itu. Oleh karena itu ia tak terkejut ketika MU bisa ditahan 2-2 pekan lalu.

"Saya tak terkejut. Porto memiliki kualitas yang bagus dalam skuad mereka. Banyak pemainnya datang dari Amerika Selatan, jadi mereka tahu bagaimana caranya bermain sepakbola yang benar."

About CR7

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro

Posisi : Gelandang
Tinggi Badan : 1.84 m
Berat Badan : 75.0 kg
Asal : Portugal
No Punggung : 7

Phenomenal. Sebuah kata yang layak disandangkan kepada Cristiano Ronaldo baik dikehidupan nyata ataupun ketika merumput di lapangan hijau. Gaya hidup yang glamor menjadi ciri khas Ronaldo. Meski begitu, kemampuannya di lapangan hijau tak terbantahkan lagi.

Pemain dengan drible yang menawan dan kecepatan yang luar biasa ini datang ke Old Trafford dari Sporting Lisbon pada bursa transfer musim panas 2003. Nilai transfer yang cukup fenomenal untuk pemain yang berusia 18 tahun sebesar £12,24 juta.

Mendapat polesan dari manajer top dunia Sir Alex Ferguson kini Ronaldo menjadi salah satu peman terbaik dunia. Kematangan dalam bermain dan skill individu yang kian menawan serta naluri mencetak gol yang kuat menjadikannya pemain yang paling disegani di Premier League.

Bukan hanya di liga domestik tapi dalam skuad timnas namanya kian dikenal banyak orang. Ronaldo juga ikut andil mengantarkan Portugal masuk semifinalis Piala Dunia 2006 di Jerman.

Ronaldo merayakan gol ke gawang Fulham bersama Rooney yang merupakan pembuktian telah menjalin hubungan baik kembali setelah insiden di Jerman pada perempat final Piala Dunia 2006.

Dia merupakan penerus pemain legendaris Manchester United setelah Eric Cantona pada era 1995 dan David Beckham era 1997.Pemilik nomor punggung 7 ini mendapat perpanjangan kontrak dari Setan Merah hingga tahun 2012.

Sukses MU meraih double winner di tahun 2008 (Premier League dan Liga Champions) tak lepas dari jasanya. Bertindak sebagai gelandang, musim 2007/08, dia sukses menceploskan si kulit bundar sebanyak 42 kali di semua ajang. Sebuat torehan yang sangat fantastik.

Hanya saja, dia kurang bersinar ketika membela timnas Portugal di kancah Euro 2008. Kemampuannya yang kian mengkilap membuat Real Madrid hingga kini terus memburunya.

MANCHESTER UNITED MY FAV CLUB


MANCHESTER UNITED F.C

Alamat :

Sir Matt Busby Way, Old Trafford, Manchester, M16 0RA Tel: 0870 757 1968

Stadion :
Old Trafford

Squad :

Striker :
Carloz Tevez , Danny Wellbeck, Dimitar Berbatov , Wayne Rooney , Federico Macheda
Gelandang : Cristiano Ronaldo , Giggs , Anderson , Chris Eagles , Darren Fletcher , Michael Carrick , Nani , Owen Hargreaves , Park Ji Sung , Paul Scholes , Rafael Da Silva
Bek : Garry Neuville , Johny Evans , Nemanja Vidic , Rio Ferdinand , Evra , O'shea , Wes Brown
Kiper : Edwin Van Der Sar , Ben Foster , Thomas Kuszczak

MANCHESTER UNITED F.C

Sepuluh trofi Premier League dalam 16 tahun terakhir ditambah sebelas kali merajai Piala FA serta tiga kali menjadi kampium Liga Champions merupakan bukti nyata reputasi Manchester United (MU) sebagai klub raksasa di dunia. Toh, itupun tidak mengurangi harapan pendukung setianya agar pasukan Sir Alex Ferguson terus menyumbang gelar pada tahun-tahun ke depan.

MU adalah klub yang mendominasi Premier League sejak sistem kompetisi ini diperkenalkan 1992. Kekosongan gelar selama 26 tahun diakhiri pada 1993. Sumbangsih besar diberikan heroisme seorang Eric Cantona yang menunjukkan performa gemilang sejak dibeli dari Leeds United.

Selama lima tahun di Old Trafford, Cantona berandil dalam sukses lima gelar Premier League dan dua Piala FA. Tak heran jika banyak penggila MU menyebutnya sebagai legenda Old Trafford. Kedatangan Rio Ferdinand dan Wayne Rooney, serta Cristiano Ronaldo menjadikan MU menuju era baru.

Langkah transfer itu didukung oleh keputusan penting Sir Alex Ferguson yang batal mengundurkan diri dari kursi manajer. Sejarah panjang MU dimulai pada 1878 dengan nama Newton Heath yang lantas berubah menjadi Manchester United pada 1902. Pada Mei 2005, status kepemilikan klub berjuluk Setan Merah itu berpindah ke pebisnis Amerika Serikat Malcolm Glazer. Pemilik klub American Footbal Tampa Bay Buccaneers itu menunjuk anaknya Joel, Avram dan Bryan sebagai pucuk manejemen yang akan mengendalikan Setan Merah ke depan.

Tahun 2008, The Red Devils mengulang sukses di tahun 1999. Skuad terbaik jilid II bentukan Sir Alex Ferguson mampu mengemas trofi Premier League dan Liga Champions, kedua gelar itu sama-sama diraih dengan menghempaskan Chelsea.
Template by : kendhin x-template.blogspot.com