
Ronaldo, Pemuda Portugal Pembunuh 'Naga'
Tim Inggris biasanya ngeri kala pergi ke Portugal untuk main di markas FC Porto. Adalah seorang pemuda Portugal sendiri yang mengakhiri keangkeran itu.
Belum pernah ada wakil Inggris yang bisa berjaya kala bermain di markas Porto. Di tempat yang sama, Manchester United pun tak kunjung bisa menang.
Tetapi itu dulu. Setelah 'Setan Merah' beserta Cristiano Ronaldo menyambangi Estadio Do Dragao, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB, ada catatan baru ditorehkan.
Ronaldo bukanlah pangeran yang datang untuk membasmi naga dan menyelamatkan sang putri dalam kisah-kisah dongeng. Tapi satu golnya di Dragao memang telah menyungkurkan 'Naga' --julukan Porto-- di sarangnya sendiri.
Pada menit keenam pertandingan, si Pemain Terbaik Dunia 2008 melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang Porto. Ada yang menuliskan dari jarak 27, 30 bahkan 36 meter, tapi hasilnya tetap sama: bola menghunjam deras ke gawang lawan tanpa bisa dihentikan.
Brilian, magis, dahsyat. Begitu media-media menggambarkan gol Ronaldo tersebut. Apapun deskripsinya, yang pasti gol itu sudah mengunci kemenangan 1-0 untuk MU di leg II dan membawa klub itu ke semifinal Liga Champions dengan agregat 3-2.
"Itu tembakan yang tak bisa dipercaya, fantastis, luar biasa," puji manajer MU Sir Alex Ferguson di Reuters.
Dengan satu gol tersebut MU mencatatkan diri sebagai tim Inggris pertama yang menang di kandang Porto, sekaligus mencatatkan kemenangan tandang perdana atas lawan yang sama.
Tersingkirnya Porto juga membuat wakil Portugal di Liga Champions kini habis. Itu semua karena Ronaldo, pemuda Portugal berusia 24 tahun yang memulai karir profesional bersama Sporting CP, klub rival berat FC Porto di kompetisi lokal.
Belum pernah ada wakil Inggris yang bisa berjaya kala bermain di markas Porto. Di tempat yang sama, Manchester United pun tak kunjung bisa menang.
Tetapi itu dulu. Setelah 'Setan Merah' beserta Cristiano Ronaldo menyambangi Estadio Do Dragao, Kamis (16/4/2009) dinihari WIB, ada catatan baru ditorehkan.
Ronaldo bukanlah pangeran yang datang untuk membasmi naga dan menyelamatkan sang putri dalam kisah-kisah dongeng. Tapi satu golnya di Dragao memang telah menyungkurkan 'Naga' --julukan Porto-- di sarangnya sendiri.
Pada menit keenam pertandingan, si Pemain Terbaik Dunia 2008 melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang Porto. Ada yang menuliskan dari jarak 27, 30 bahkan 36 meter, tapi hasilnya tetap sama: bola menghunjam deras ke gawang lawan tanpa bisa dihentikan.
Brilian, magis, dahsyat. Begitu media-media menggambarkan gol Ronaldo tersebut. Apapun deskripsinya, yang pasti gol itu sudah mengunci kemenangan 1-0 untuk MU di leg II dan membawa klub itu ke semifinal Liga Champions dengan agregat 3-2.
"Itu tembakan yang tak bisa dipercaya, fantastis, luar biasa," puji manajer MU Sir Alex Ferguson di Reuters.
Dengan satu gol tersebut MU mencatatkan diri sebagai tim Inggris pertama yang menang di kandang Porto, sekaligus mencatatkan kemenangan tandang perdana atas lawan yang sama.
Tersingkirnya Porto juga membuat wakil Portugal di Liga Champions kini habis. Itu semua karena Ronaldo, pemuda Portugal berusia 24 tahun yang memulai karir profesional bersama Sporting CP, klub rival berat FC Porto di kompetisi lokal.



0 komentar:
Posting Komentar