Manchester United vs Arsenal: Menanti Banyak Gol


Kedua klub yang menempati posisi satu dan dua klasemen sementara akan bertemu dalam sebuah laga yang menjanjikan permainan terbuka.

Satu hal yang selalu terjadi ketika Manchester United dan Arsenal bertemu adalah mereka tidak pernah terlalu takut untuk bertahan dan menumpuk pemain di belakang agar tidak kebobolan. Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger sama-sama menganut filosofi sepakbola menyerang yang percaya bahwa bertahan total tidak akan memenangi pertandingan. Paling tidak begitulah yang diutarakan Patrice Evra dalam wawancara kontroversialnya dengan stasiun tv Prancis dua hari lalu.

“Kami suka menghadapi Arsenal. Paling tidak mereka tidak akan menumpuk pemain di belakang dan akan keluar menyerang,” ujar Evra.

Bila ucapan itu bernada sanjungan bagi Arsenal, tidak demikian dengan lanjutannya.

”Arsenal adalah klub besar, tapi mereka tidak pernah memenangi apa-apa dalam lima tahun terakhir. Hal ini mengagetkan karena sebagai klub besar anda harusnya berprestasi,” cetus Evra.

”Bagi saya, Arsenal tidak lebih dari sekedar akademi sepakbola yang mencetak pemain-pemain handal, tapi tidak bisa berprestasi,” tambah pemain yang pernah memperkuat AS Monaco ini.

Tentu saja ucapan Evra ini menyulut api ketegangan antara kedua tim yang belakangan ini tidak sepanas pada akhir 90-an hingga awal 2000-an.

Arsenal punya hutang yang harus mereka selesaikan setiap bertemu Manchester United. Bukan rahasia bahwa Arsenal selalu kelimpungan menghadapi lawan yang stabil di semua lini dengan kedewasaan yang menyertainya. Musim lalu United dua kali memukul mereka di liga dan Arsenal kalah di semua lini kala itu. Tidak ada tanda bahwa hal itu akan berbeda musim ini.

Sepakbola mengalir dengan umpan pendek satu-dua memang andalan Arsenal yang bisa memporak-porandakan tim yang tidak siap, tapi Ferguson rasanya sudah cukup mengenal Wenger untuk tahu cara mengatasinya. Kunci pertandingan ini akan terletak pada bagaimana gelandang-gelandang bertahan kedua tim mematikan kreator serangan dari lawannya masing-masing. Paul Scholes dan Cesc Fabregas adalah motor serangan kedua tim yang menjadi sumber serangan.

Robin van Persie nampaknya sudah bisa diturunkan menjadi starter dan ini akan menjadi suntikan tenaga yang berarti bagi Arsenal, sementara Wayne Rooney juga fit untuk dimainkan. Dimitar Berbatov rasanya juga akan dimasukkan dalam starting line-up dan perannya akan vital karena dirinya juga bisa bertindak sebagai tembok distributor bola.

Pada laga-laga sebelumnya di mana United memenangi laga melawan Arsenal, nampak pemain United lebih dewasa dan lebih tenang dari Arsenal sehingga bisa memaksimalkan permainan mereka. Meminjam komentar dari Evra, para pemain United adalah pria dewasa sedang para pemain Arsenal adalah anak-anak yang sering kebingungan.

Hasil pertandingan kali ini akan ditentukan oleh siapa yang menjadi pria dewasa dan siapa yang menjadi anak-anak dalam laga besok.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com